Komisioner KPU Viryan Azis Umumkan Diri Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ka-ki) Komisioner KPU, Viryan Azis; Ketua Bawaslu, Abhan; Ketua KPU Arief Budiman, Komisioner KPU, Hasyim Asyari; dan Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menggelar konferensi pers terkait penemuan surat suara tercoblos di Malaysia, Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/IRSYAN HASYIM

    (ka-ki) Komisioner KPU, Viryan Azis; Ketua Bawaslu, Abhan; Ketua KPU Arief Budiman, Komisioner KPU, Hasyim Asyari; dan Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menggelar konferensi pers terkait penemuan surat suara tercoblos di Malaysia, Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/IRSYAN HASYIM

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum Viryan Azis mengumumkan dirinya positif Covid-19. Viryan mengatakan ia baru saja menerima hasil swab tes.

    "Teman-teman yang baik, saya baru menerima hasil swab dan positif Covid-19," kata Viryan kepada wartawan, Kamis, 31 Desember 2020.

    Setelah dinyatakan positif, Viryan mengatakan ia kini menjalani isolasi mandiri di rumah dinas komisioner KPU. Ia belum merinci apakah akan seterusnya karantina di rumah dinas atau berpindah ke tempat isolasi lain.

    "Saya sementara ini isolasi mandiri di rumah dinas," kata Viryan.

    ADVERTISEMENT

    Viryan adalah komisioner KPU keempat yang mengalami terpapar Covid-19. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Malik merupakan yang pertama terinfeksi virus corona tersebut.

    Setelah Evi sembuh, Ketua KPU Arief Budiman mengumumkan dirinya positif pada 18 September lalu. Sehari berselang, komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi juga merilis hasil tes swabnya yang positif.

    Pramono Ubaid sebelumnya juga menjalani isolasi mandiri di rumah dinas. Adapun Arief Budiman menjalani isolasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.