Kasus Bansos Covid-19, KPK Periksa Broker Vendor Pengadaan Paket Sembako

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA

    Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Nuzulia H. Nasution, seorang broker PT Tiga Pilar, salah satu vendor pengadaan Bansos Covid-19 dalam bentuk paket sembako oleh Kementerian Sosial.

    Nuzulia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

    "Pemeriksaan terkait pengetahuannya seputar proses dan pelaksanaan pengadaan paket bantuan sosial (bansos) pada Kementerian Sosial Tahun Anggaran 2020, khususnya untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Selasa, 29 Desember 2020.

    Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara bersama empat orang lainnya sebagai tersangka, yaitu dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono serta dari pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

    Juliari dan tim khusus bentukannya itu menunjuk dua pengusaha Ardian dan Harry sebagai perusahaan penyedia bansos Covid-19 di kawasan Jabodetabek. KPK menduga Juliari memungut Rp 10 ribu dari paket bahan seharga Rp 300 ribu. KPK menduga Juliari sudah menerima Rp 17 miliar dari dua kali penyaluran bansos di Jabodetabek.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.