Kuasa Hukum Sebut Hingga Saat Ini, Keluarga Belum Bisa Bertemu Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 12 Desember 2020. Kedatangan Rizieq Shihab ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan. Dalam kasus tersebut polisi menetapkan enam tersangka salah satunya Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 12 Desember 2020. Kedatangan Rizieq Shihab ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan. Dalam kasus tersebut polisi menetapkan enam tersangka salah satunya Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro, menyatakan bahwa pihak kepolisian belum memperkenankan keluarga untuk menjenguk dan bertemu kliennya sampai saat ini.

    Rizieq merupakan tersangka atas kasus kerumunan yang menyebabkan pelanggaran protokol kesehatan dan penghasutan, dan kini tengah menjalani penahanan di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya.

    "Sejak ditahan, pihak keluarga masih kesulitan untuk bertemu dan mengunjungi, karena penyidik belum memperkenankan. Terlebih lagi penyidik sering saling melempar tanggung jawab apabila ada pihak keluarga yang ingin berkunjung," ucap Sugito melalui keterangan tertulis pada Selasa, 29 Desember 2020.

    Sugito menyatakan, pihak keluarga bersedia memenuhi protokol kesehatan dalam kunjungan ke Rizieq Shihab. Ia pun menyayangkan atas sikap pihak kepolisian tersebut.

    "Sebagai warga negara, memiliki hak yang dilindungi oleh hukum untuk bertemu keluarga, mendapatkan support," kata Sugito. Apalagi, menurut dia, Rizieq Shihab sudah sangat kooperatif mengikuti seluruh proses hukum.

    "Harapannya hak-hak HRS sebagai tersangka dapat dimudahkan oleh pihak kepolisian," ujar Sugito melanjutkan.

    Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan pemimpin FPI itu bersama lima orang lainya sebagai tersangka kasus kerumunan untuk acara di pernikahan dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat. Mereka dijerat dengan Pasal 160 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang menghasut masyarakat supaya melakukan perbuatan pidana sehingga terjadi kedaruratan kesehatan di masyarakat dan Pasal 216 KUHP.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?