Komnas HAM Ungkap Sejumlah Pria yang Bawa Laras Panjang di KM 50

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Komnas HAM didampingi Bareskrim Polri memeriksa barang bukti berupa mobil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Insiden penembakan di Tol Jakarta - Cikampek KM 50 tersebut menewaskan enam anggota Laskar FPI. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tim Komnas HAM didampingi Bareskrim Polri memeriksa barang bukti berupa mobil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Insiden penembakan di Tol Jakarta - Cikampek KM 50 tersebut menewaskan enam anggota Laskar FPI. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan, sejumlah pria membawa senjata laras panjang di sekitar KM 50 tol Cikampek adalah petugas yang sedang menjaga jalur pengiriman vaksin Covid-19. Keberadaan sejumlah pria ini menjadi sorotan di malam insiden enam anggota laskar FPI tewas. 

    "Informasi yang kami dapat itu kaitannya dengan pengamanan vaksin. Vaksin Sinovac itu dikirim dari Soekarno-Hatta ke Bio Farma di Bandung," ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, saat ditemui Senin, 28 Desember 2020.

    Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba dari Cina pada Ahad, 6 Desember 2020 malam di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Vaksin tersebut kemudian harus langsung dibawa ke Bio Farma yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat lewat jalur darat. "Itu informasi yang kami dapat dari polisi," kata Beka.

    Pada 7 Desember dini hari, bentrok antara mobil Front Pembela Islam (FPI) dengan petugas polisi yang mengikuti mereka, pecah di sekitar KM 50 Tol Cikampek.

    ADVERTISEMENT

    Komnas HAM menyebut, dari informasi yang mereka peroleh dari kepolisian, dikabarkan memang terdapat sejumlah petugas yang ditempatkan di beberapa rest area. Mereka bertugas memastikan kelancaran perjalanan kendaraan yang membawa vaksin. Mereka tersebar mulai dari rest area besar hingga rest area kecil seperti KM 50.

    Sebelumnya dilansir dari laporan Koran Tempo edisi 18 Desember 2020, sejumlah saksi di KM 50 mengaku melihat sosok-sosok misterius dengan senjata laras panjang berada di sana sebelum insiden yang menewaskan enam anggota Laskar FPI pecah. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.