Jaksa Agung Ingatkan Anggota Baru Satgas 53 Wujudkan Kejaksaan Bersih

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin (tengah) memantau proses pemadaman kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. Burhanuddin mengatakan bagian yang terbakar adalah Gedung Pembinaan meliputi Biro kepegawaian, Biro keuangan, dan Biro Umum. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin (tengah) memantau proses pemadaman kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. Burhanuddin mengatakan bagian yang terbakar adalah Gedung Pembinaan meliputi Biro kepegawaian, Biro keuangan, dan Biro Umum. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, JakartaJaksa Agung Sanitiar Burhanuddin berpesan kepada 31 jaksa dan pegawai kejaksaan yang dilantik sebagai Satgas 53 untuk mewujudkan kejaksaan yang bersih dan berperan dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap instansi tersebut.

    "Maka dari itu, jangan mengecewakan. Saya kerap menyampaikan bahwa saya tidak butuh jaksa pintar tetapi tidak berintegritas, saya butuh jaksa pintar dan berintegritas," kata Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin usai melantik dan mengambil sumpah 31 anggota Satuan Tugas 53 (Satgas 53) di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin, 28 Desember 2020.

    Menurut dia, pembentukan Satgas 53 ini bukanlah sebagai koreksi, melainkan justru untuk memperkuat dan mempercepat kinerja intelijen dan pengawasan dalam menyajikan informasi, akurasi, dan kecepatan bertindak dalam menyelesaikan setiap dugaan pelanggaran disiplin.

    "Pembentukan Satgas 53 ini senapas dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020,14 Desember 2020," kata Burhanuddin.

    ADVERTISEMENT

    Dalam arahannya, Presiden Jokowi telah menyampaikan kejaksaan adalah wajah penegakan hukum Indonesia di mata masyarakat dan internasional.

    Dengan demikian, setiap tingkah laku dan sepak terjang setiap personel di kejaksaan dalam penegakan hukum akan menjadi tolak ukur wajah negara dalam mewujudkan supremasi hukum di mata dunia.

    Karena itu, kata Burhanuddin, penguatan terhadap pengawasan dan penegakan disiplin internal dalam tubuh kejaksaan adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi.

    Burhanuddin menjelaskan bahwa Satgas 53 ini terdiri atas gabungan bidang Jaksa Agung Muda Intelijen, Jaksa Agung Muda Pengawasan, dan Pusat Penerangan Hukum yang memiliki karakteristik fungsi yang berbeda namun saling melengkapi.

    Ia berharap kolaborasi dan sinergitas ketiga lintas bidang ini dapat makin memperkuat peran pengawasan selaku pelaksana, pengendali intern kejaksaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.