Mahfud Md Tegaskan Pemerintah Tak Bentuk Tim Pencari Fakta Tewasnya 6 Laskar FPI

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa 15 Desember 2020. Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa 15 Desember 2020. Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait dengan kematian enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI), usai bentrok dengan polisi.

    "Tewasnya enam laskar FPI itu kita selesaikan, kalau itu ada pelanggaran HAM dari polisi kita selesaikan. Tetapi pemerintah memang tidak akan membentuk TGPF tentang itu," kata Mahfud dalam acara Dewan Pakar KAHMI, yang disiarkan secara daring, Senin, 28 Desember 2020.

    Mahfud beralasan, menurut hukum pelanggaran HAM, yakni Undang-Undang nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, hal tersebut adalah urusan Komnas HAM. Karena itu, ia mendorong Komnas HAM bekerja semaksimal mungkin mengusut kasus ini.

    "Saya sudah ketemu dengan Komnas HAM, silakan selidiki, kami tidak akan mempengaruhi, tidak akan intervensi. Kalau Anda perlu pengawalan dari polisi, kami bantu, begitu," kata Mahfud.

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga mendorong Komnas HAM tetap independen. Ia juga mempersilakan Komnas HAM mengumumkan hasil investigasi mereka. Pemerintah, kata Mahfud, akan mengikuti apapun temuan Komnas HAM nanti.

    "Nanti akan kita follow up. Jadi, kita tidak membentuk TGPF sendiri karena kita dulu membentuk UU nomor 26 tentang Komnas HAM itu memang diberi tugas untuk itu," kata Mahfud.

    Ini merupakan pernyataan pertama Mahfud terkait kasus tewasnya enam Laskar FPI. Sejak kasus ini pecah pada 7 Desember 2020 lalu, pemerintah tak membuka suara sama sekali. Dorongan untuk membentuk TGPF untuk mengetahui kebenaran kasus ini pun semula tak ditanggapi pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.