Komnas HAM Tegaskan Belum Ada Kesimpulan Terkait Tewasnya 6 Laskar FPI

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komnas HAM melakukan pemeriksaan terhadap tiga mobil yang dikendarai polisi dan enam Laskar FPI di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 Desember 2020. Mobil tersebut terlibat dalam kasus penembakan enam FPI di Tol Jakarta - Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Komnas HAM melakukan pemeriksaan terhadap tiga mobil yang dikendarai polisi dan enam Laskar FPI di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 Desember 2020. Mobil tersebut terlibat dalam kasus penembakan enam FPI di Tol Jakarta - Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM mengatakan masih terus menyelidiki kasus insiden tewasnya enam anggota Laskar FPI.

    Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan dari hasil pemeriksaan lapangan ada tujuh proyektil. "Namun yang kami yakin hanya enam, karena satu bentuknya sudah tidak jelas" kata Anam pada Senin, 28 Desember 2020 di Kantor Komnas HAM. Selain itu, Komnas HAM juga menemukan empat selongsong peluru.

    Anam mengatakan proyektil dan selongsong ini akan diuji balistik. Ia berjanji uji balistik ini akan terbuka. 

    Beberapa pekan terakhir, kata Anam, lembaga ini telah mewawancarai banyak orang mulai dari kubu FPI, Polda Metro Jaya, Bareskrim, dokter forensik, bahkan Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol.

    ADVERTISEMENT

    "Kami cek semuanya, wawancara dengan anggota polisi yang saat itu bertugas, juga dari FPI yang saat itu bertugas," kata Anam.

    Komnas HAM juga telah turun ke lapangan untuk mewawancarai saksi masyarakat yang melihat peristiwa dan memeriksa CCTV di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Komnas juga mengantongi rekaman percakapan.  

    Komnas juga menemukan bekas pecahan mobil yang diperoleh dari lapangan. Komnas HAM mengantongi bukti-bukti ini sebab mereka turun ke lokasi di hari yang sama saat insiden tersebut terjadi. "Kami turun ke lapangan sebelum ada voice note yang beredar."

    Anam mengatakan Komnas HAM sama sekali belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait insiden ini. Sebab, kata dia, Komnas HAM masih harus mengecek sejumlah hal.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.