JK Ajak Anak Muda Afghanistan Belajar di Indonesia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla berdialog dengan Menteri Agama dan Haji Afghanistan Mohammad Qasim Halimi bersama ulama-ulama Afghanistan di Istana Kepresidenan Afghanistan, Char Chenar Palace Kabul, Rabu, 23 Desember 2020. Foto: Antara

    Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla berdialog dengan Menteri Agama dan Haji Afghanistan Mohammad Qasim Halimi bersama ulama-ulama Afghanistan di Istana Kepresidenan Afghanistan, Char Chenar Palace Kabul, Rabu, 23 Desember 2020. Foto: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, mengundang ulama dan pelajar dari Afghanistan untuk belajar di institusi pendidikan di Indonesia. JK dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengusahakan adanya beasiswa bagi pelajar yang datang untuk belajar.

    "Kami akan menyediakan beasiswa untuk belajar di Indonesia dan memberikan pengetahuan mengenai dunia pendidikan di Indonesia," kata JK di depan ulama-ulama Afghanistan di Istana Presiden Afghanistan Char Chinar Palace di Kabul, Jumat, 25 Desember 2020, dalam keterangan tertulisnya.

    JK berharap ulama dan pelajar dari Afghanistan yang nantinya belajar di institusi pendidikan di Indonesia bisa mengembangkan bagaimana menjalankan ajaran Islam dengan damai. Apalagi, kata Jusuf Kalla, seharusnya negara Islam seperti Afghanistan bisa mengakhiri konflik yang sudah lama terjadi.

    Sebelumnya, salah satu perwakilan ulama Mohammad Arif Malikyar meminta kepada JK dan anggota delegasi yang lain untuk memberikan bantuan pendidikan kepada masyarakat Afghanistan. Pasalnya, ungkap, Arif negaranya kini sedang menghadapi tantangan berat dalam mengembangkan pendidikan.

    "Kami butuh bantuan pendidikan dari negara-negara Islam, termasuk Indonesia. Kami di sini mendapat banyak tantangan. Banyak anak-anak remaja yang butuh beasiswa," ujar Arif.

    Ia memuji Indonesia sebagai negara berpenduduk agama Islam yang taat. Selain itu, ia melihat banyak organisasi Islam yang bagus yang bisa menciptakan perdamaian dan membina pendidikan.

    "Karena itu kita berharap bantuan dari Indonesia. Apalagi Pendidikan tidak mengenal batas termasuk tak ada batasan gender," kata Arif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.