BMKG Beri Peringatan Potensi Kebakaran Hutan di Sumatera pada Mei 2021

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

    Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera pada Mei dan Juni 2021. Sebab, di bulan-bulan tersebut curah hujan diperkirakan akan lebih rendah atau kering, dibandingkan 2020 atau kondisi normal.

    "Perlu peningkatan kewaspadaan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020.

    Meski demikian, untuk Januari hingga Maret 2021, Dwikorita menyebut potensi kebakaran hutan dan lahan berpeluang rendah. "Namun secara historis, daerah Riau sering mengalami kejadian kebakaran pada Februari hingga Maret.

    Informasi ini disampaikan BMKG berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan prakiraan curah hujan bulanan. Saat ini, analisis anomali suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah menunjukan kondisi lebih dingin minus 1.34 derajat celcius dari normalnya.

    Sehingga, kondisi musim hujan hingga Maret 2021 akan bersifat normal sampai atas normal. "Cenderung lebih basah dari biasanya atau bila dibandingkan dengan musim hujan tahun lalu," kata Dwikorita.

    Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal juga mengatakan beberapa daerah justru berpotensi mengalami curah hujan kategori tinggi (300-500mm per bulan). Kondisi ini akan berlangung dari Januari hingga April 2021.

    Daerah tersebut yaitu bagian barat Sumatera, sebagian besar Jawa, sebagian Bali, NTT, NTB, bagian tengah-utara Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    Pada Mei hingga Juni 2021, curah hujan kategori tinggi juga diperkirakan akan terus berlanjut di sebagian daerah. Di antaranya yaitu bagian utara Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.