Varian Baru Covid-19 Muncul di Eropa, Satgas Ambil Langkah Antisipasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah telah mewaspadai adanya penyebaran varian baru Covid-19, yakni SARS-CoV-2 VUI 202012/01, yang menyebar di Eropa dan Australia. Pemerintah pun, kata Wiku, sudah mulai mengambil langkah antisipasi.

    "Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan surveillance perubahan genetika virus, serta sebarannya secara nasional maupun secara global, sebagai upaya antisipatif terhadap jenis maupun sebaran hasil mutasi Virus Covid-19 di Indonesia," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 24 Desember 2020.

    Wiku mengatakan mutasi dari Virus SARS-Cov-2 ini awalnya ditemukan di New South Wales. Belakangan, mutasi serupa ditemukan di beberapa negara Eropa.

    Selain menggunakan upaya dengan pendekatan ilmiah, Wiku mengatakan pemerintah pun mulai bergerak membatasi potensi penyebaran, dengan menerapkan kebijakan pengetatan mobilitas, termasuk kedatangan orang dari luar negeri.

    ADVERTISEMENT

    Ia menyebut pendatang yang berhasil menunjukan hasil negatif RT PCR saat tiba di Indonesia, memiliki kewajiban untuk melakukan tes ulang RT PCR. "Hal ini diperlukan dengan tujuan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan Warga Negara Indonesia dari kemunculan imported case," kata Wiku.

    Wiku mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan pemerintah.

    "Upaya preventif yang serius ini harus dipatuhi oleh laporan masyarakat, agar jangan sampai memperparah kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia," kata Wiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.