Ini Saran Putra Risma kepada Ibunya untuk Memperbaiki Program Bansos Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra sulung Menteri Sosial Tri Rismaharini, Fuad Benardi. FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya

    Putra sulung Menteri Sosial Tri Rismaharini, Fuad Benardi. FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra sulung Menteri Sosial Tri Rismaharini, Fuad Benardi berharap ibunya bisa memperbaiki pengelolaan bantuan sosial atau bansos Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos) yang akhir-akhir ini dilanda kasus korupsi. Hari ini, Risma resmi dilantik menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang menjadi tersangka Kasus Bansos Covid-19.

    "Setelah dilantik, saya berharap itu bisa diperbaiki, terutama data bansos yang ada di Indonesia. Karena saya melihat penerima bantuan Kemensos itu banyak yang tidak tepat sasaran. Banyak warga yang menerima malah tidak mendapat bansos, dan ada juga warga yang sebaliknya," kata Fuad Benardi di Surabaya, Rabu 23 Desember 2020.

    Fuad yang saat ini menjabat Ketua Karang Taruna Kota Surabaya ini juga memberikan saran pada Kemensos agar data yang diambil oleh Kemensos bisa melalui data dari dinas sosial dari kota maupun kabupaten. Menurut dia, data Dinas Sosial kota/kabupaten lebih akurat karena lebih dekat ke masyarakat.

    "Rekomendasi kesejahteraan warga yang sebetulnya baik, perlu ditambahkan dan diutamakan warga yang terdampak COVID-19 dan memang awalnya mereka tidak mendapatkan bantuan, sebelum terdampak," katanya.

    Fuad menambahkan untuk penanganan COVID-19 harus ada sinergi dari kementerian yang ada sehingga tertata, terutama pembagian dari vaksin lebih rata.

    Selain itu, Fuad juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Jokowi yang telah memberi kepercayaan kepada ibunya menjadi Menteri Sosial.

    "Amanah ini benar-benar berat karena di masa-masa ini merupakan kementerian yang menjadi garda terdepan terhadap penanganan sosial di Indonesia, di mana banyak warga Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19, yang harus dibantu secara maksimal," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.