Reshuffle Kabinet, Gus Yaqut : Jangan Ada Kelompok Agama Merasa Miliki Indonesia

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas usai menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 4 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas usai menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 4 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta -Yaqut Cholil Qoumas resmi ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi dalam reshuffle kabinet terbaru.

    Dalam sambutannya, Gus Yaqut, sapaan akrab dia, mengatakan salah satu rencana tugasnya adalah mempererat persaudaraan sesama warga, atau ukhuwah watoniah.

    Sebagai dengan negara yang majemuk dari segi agama, Indonesia disebut Gus Yaqut perlu menguatkan persaudaraan di antara umat beragama.

    Baca juga : Menteri Baru Pakai Jaket Biru Saat Pengumuman Reshuffle, Istana: Agar Semangat

    "Kita bangkitkan kembali agar tak ada satu kelompok pun, satu agama pun, yang mengklaim merasa paling memiliki negara ini. Semua berhak memiliki negara ini," kata Gus Yaqut dalam sambutannya sebagai Menag, di Istana Negara, Selasa, 22 Desember 2020.

    Ia mengatakan bahwa Indonesia merdeka dan lepas dari jajahan kolonial berkat perjuangan rakyat yang berasal dari semua agama. Mulai dari umat islam, umat muslim, kristiani, hindu, budha, hingga konghuchu.

    "Semua agama yang ada di Indonesia, ketika pergolakan mereka semua terlibat," kata dia.

    Selain menguatkan ukhuwah watoniah, yang juga ingin ditingkatkan oleh Gus Yaqut adalah ukhuwah islamiyah. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk yang beragama islam, ia mengatakan Indonesia akan damai dan tentram, jika sesama muslim memiliki ukhuwah atau persatuan di antara mereka.

    Tak hanya itu, ia juga mengatakan penguatan ukhuwah basariah atau persatuan sesama umat manusia juga harus dilakukan. Ia mengutip falsafah yang menyebut 'mereka yang tak saudara dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan.'

    "Ini saya kira penting untuk menjadi kesadaran bagi seluruh warga bangsa ini. Jika ini dilakukan maka saya yakin ke depan Indonesia kan jauh lebih tentram, itu akan lebih mudah diwujudkan," kata Gus Yaqut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.