Pengamat Nilai Penunjukan Menkes Budi Gunadi Sadikin Seperti Eksperimen

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute Karyono Wibowo menganggap penunjukan Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin menarik.

    Dia mengatakan pemilihan Budi Gunadi Sadikin paling menonjol dibandingkan 5 menteri lainnya.

    “Jika dianalisa dalam perspektif kompetensi, dari 6 sosok menteri baru tersebut ada satu menteri yang di luar mainstream selama ini, yaitu Budi Gunadi Sadikin yang menempati posisi menteri kesehatan yang menggantikan Terawan Agus Putranto,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 Desember 2020.

    Baca juga : Wishnutama, Menkes Hingga Bu Risma Trending di Twitter Usai Pengumuman Reshuffle

    Karyono mengatakan Budi Gunadi tidak memiliki latar belakang dokter sebagaimana lazimnya pemilihan Menteri Kesehatan. Meski jabatan menteri merupakan jabatan politis, kata dia, pengangkatan Budi tetap menjadi tanda tanya.

    “Tapi di balik pengangkatan Budi Gunadi yang berlatar belakang pendidikan teknik Fisika Nuklir lulusan ITB dan seorang profesional yang memiliki banyak pengalaman di bidang bisnis dan perbankan tentu ada tujuan,” kata dia.

    Karyono menduga keputusan Presiden Jokowi menunjuk Budi berkaitan dengan skema penanganan pandemi Covid-19 yang memerlukan langkah cepat dan tepat. “Ini merupakan langkah extra ordinary yang memang dibutuhkan ketika menghadapi kondisi yang luar biasa seperti sekarang ini,” kata dia.

    Dia berharap pergantian Menkes mampu memberikan hasil yang lebih baik dalam menghadapi pandemic. “Kita tunggu saja apakah eksperimen ini berhasil atau tidak, biar waktu yang menentukan,” kata dia.

    AJI NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.