Selasa, 20 Februari 2018

Manajemen Internal Rapuh, PDIP Tak Siap Pemilihan Presiden Langsung

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 28 Agustus 2003 15:03 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Yogyakarta :Pengamat Politik CSIS J. Kristiadi mengungkapkan manajemen internal yang rapuh didalam tubuh PDI Perjuangan merupakah salah penyebab partai pemenang pemilu 1999 itu sulit menerima Sistem pemilihan secara langsung. Disamping itu PDIP belum memiliki kader muda yang tangguh dan berkualitas baik. ”Itu karena PDIP belum sempat memproduksi kader-kader seperti yang diharapkan. Faktor lainnya, karena Ibu Megawati,” katanya kepada pers di sela-sela seminar yang digelar Gerakan Jalan Lurus di gedung Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta, Minggu (30/6). Menurut Kristiadi ada orang yang cukup berpengaruh di PDIP yang ingin Mega tetap berkuasa. “Anda semua sudah tahu siapa orang itu!” katanya. Apakah Taufik Kiemas? "Saya harus setuju kalau Anda mengatakan itu," ujar Kristiadi sembari bergegas masuk ke ruang seminar. Menurut doktor ilmu politik itu ada sejumlah faktor lain yang juga membuat partai pemenang pemilu 1999 itu enggan presiden dipilih langsung. Yakni ketidak konsistenan manajemen internal Partai Banteng Bulat itu. Ditambah lagi banyak masyarakat yang mulai kecewa dengan gaya kepemimpinan PDIP. "Kadang kita juga sudah kehabisan kata-kata bagaimana bisa memahami manuver politik PDIP. Selain itu sudah terlalu banyak rakyat kecewa kepada elit-elit PDIP yang dianggap mengabaikan kepercayaan masyarakat pemilih dan mengabaikan kepentingan masyarakat," ujarnya. Buruknya manuver PDIP itu, kata dia, bisa dilihat dari makin banyaknya kader-kader PDIP yang kalah dan tak terwakili dalam struktur kekuasaan tingkat lokal. Kristiadi lalu mencontohkan dukungan Megawati terhadap pencalonan Sutiyoso sebagai gubernur DKI periode 2002-2007. Padahal, ujarnya, PDIP memiliki calon yang cukup kuat. “Terakhir, keputusan PDIP untuk tidak menyetujui pembentukan Pansus Buloggate II,” katanya. Menurut Kristiadi, manuver yang dilakukan PDIP itu justru menggerogoti kredibilitas partai tengah berkuasa itu. "Langkah-langkahnya justru menggali kubur sendiri. Itu makin tidak jelas karena ada kepemimpinan dualistik di tubuh PDIP itu sendiri. Ada kepemimpinan Ibu Megawati, dan satunya seorang yang sangat punya pengaruh besar bagi Ibu Megawati," ujarnya. (Heru CN-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.