Sore Ini, Jokowi Dikabarkan akan Umumkan Reshuffle Kabinet

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan akan mengumumkan beberapa menteri baru atau reshuffle kabinet.

    "Iya, jam 3 sore pak Jokowi akan memberikan pernyataan soal calon menteri baru," kata seorang sumber di istana pada Selasa, 22 Desember 2020.

    Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan memanggil para calon menteri baru terkait rencana reshuffle kabinet ke Istana Negara, Jakarta pada hari ini Selasa, 22 Desember 2020.

    "Iya. Akan diperkenalkan kepada publik oleh bapak presiden. Tentu waktunya akan menyesuaikan dengan jadwal Presiden Jokowi. Bisa pagi atau siang," ujar Heru, Senin malam, 21 Desember 2020.

    Seperti sebelumnya, Jokowi memanggil para calon menteri satu atau dua hari sebelum pelantikan ke istana. Heru tidak menyebut lebih detail ihwal siapa kandidat dan posisi apa saja yang akan diisi para calon menteri baru ini. Yang jelas, dua kursi di kabinet saat ini kosong usai ditinggal eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan eks Menteri Sosial Juliari Batubara yang tersangkut kasus korupsi.

    Sejumlah pengamat memprediksi kali ini akan menjadi momentum bagi Jokowi untuk melakukan reshuffle kabinet besar-besaran mengganti para menteri yang dianggap performanya kurang bagus selama ini. Jokowi diprediksi akan mengumumkan secara resmi perombakan kabinet pada Rabu Pon. Sejumlah narasumber Tempo menyebutkan akan ada kandidat baru, menteri yang digeser, dan tentunya yang akan tersingkir dari kabinet.

    Ketua DPP PKB, Faisol Reza membocorkan, ada enam posisi menteri yang akan dirombak Presiden Jokowi. "Iya, yang saya dengar begitu (ada enam posisi)," ujarnya kepada Tempo,  Senin 21 Desember 2020. "Terkait vaksinasi dan pemulihan ekonomi".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.