Jokowi Diprediksi Lakukan Reshuffle Kabinet pada Rabu Pon, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengamat politik memprediksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengumumkan secara resmi reshuffle kabinet pada Rabu Pon, 23 Desember 2020.

    "Jokowi sedang melihat waktu yang tepat. Terkait hitungan penanggalan Jawa. Beliau kan lekat dengan primbon Jawa," ujar Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, Jumat malam, 18 Desember 2020.

    Prediksi-prediksi tersebut tentu bukan tanpa dasar. Presiden Jokowi memang beberapa kali mengumumkan reshuffle dan kebijakan penting di hari weton-nya itu.

    Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, menyebut Presiden Jokowi akan memanggil para calon menteri baru ke Istana Negara, Jakarta pada hari ini. Seperti sebelumnya, Jokowi memanggil para calon menteri satu atau dua hari sebelum pelantikan ke istana. Sinyal pengumuman reshuffle pada Rabu Pon semakin menguat.

    Berikut beberapa momen reshuffle kabinet Jokowi pada Rabu Pon;

    - Pada periode pertama pemerintahannya, Jokowi melakukan reshuffle Jilid I pada Rabu Pon, 12 Agustus 2015.

    Saat itu, Jokowi mengganti enam posisi menteri. Tiga di antaranya menteri koordinator, yakni Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum (Menko Polhukam), Rizal Ramli ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Darmin Nasution menjadi Menteri Koordinator Perekonomian.

    - Hampir setahun berselang, Jokowi kembali merombak jajaran kabinet. Reshuffle Jilid II juga dilakukan pada Rabu Pon yang jatuh pada 27 Juli 2016.

    Saat itu, Jokowi merombak besar-besaran susunan kabinetnya. Setidaknya, Jokowi merombak 13 posisi menteri. Di antaranya, Jokowi memulangkan Sri Mulyani yang sedang menjabat sebagai Direktur Bank Dunia untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan.

    Selain itu, Jokowi juga mendepak Anies Baswedan dari posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan menunjuk Muhadjir Effendy sebagai penggantinya.

    Sisanya, Jokowi melakukan reshuffle ketiga pada Rabu Pahing, 17 Januari 2018.

    Pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pada Rabu Legi, 23 November 2019.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.