Keuskupan Agung Jakarta Sesuaikan Tata Peribadatan Natal di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PLN Unit Induk distribusi Jakarta Raya memantau sejumlah titik seperti Gereja Katedral yang menjadi pusat perayaan Natal untuk menjamin keamanan pasokan listrik selama libur Natal dan tahun baru di Ibu Kota, Selasa, 15 Desember 2020. Dok.PLN

    Petugas PLN Unit Induk distribusi Jakarta Raya memantau sejumlah titik seperti Gereja Katedral yang menjadi pusat perayaan Natal untuk menjamin keamanan pasokan listrik selama libur Natal dan tahun baru di Ibu Kota, Selasa, 15 Desember 2020. Dok.PLN

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Vincentius Adi Prasojo mengatakan pihaknya melakukan penyesuaian tata peribadatan Natal di masa pandemi Covid-19.

    "Sudah 3 bulan ini kami mengadakan peribadatan tatap muka. Untuk Natal tetap ada dengan mengikuti protokol kesehatan dengan durasi dipersingkat dan aturan makin ketat," kata Adi dalam diskusi, Senin, 21 Desember 2020.

    Penyesuaian yang dilakukan di antaranya mengurangi durasi peribadatan dari 2 jam menjadi maksimal 1 jam. Jumlah kehadiran jemaat juga dibatasi dengan kapasitas 20 persen. "Kalau Kementerian Agama beri 50 persen, kami 20 persen, tidak bisa lebih," ujarnya.

    Pada momen Natal, Adi juga mengimbau jemaat Katolik untuk tidak bepergian, tidak mudik, dan tetap di rumah. Ia menganjurkan agar silaturahmi dilakukan secara online.

    Adapun Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jacklevyn Frits Manuputty mengimbau gereja menyelenggarakan ibadah Natal secara virtual.

    "Kami telah menyelenggarakan ibadah virtual maupun bentuk ibadah lainnya yang tidak menghadirkan kerumunan umat selama masa pandemi ini," kata Jaclevyn.

    Jika ibadah secara fisik dimungkinkan, Jacklevyn mengimbau agar jumlah kehadiran umat harus dibatasi, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, serta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di wilayah tempat tinggal masing-masing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.