Soal Reshuffle Kabinet, PKB: Pak Jokowi Sayang dengan Kami

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Faisol Reza mengaku partainya mempercayakan sepenuhnya soal kabinet kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ihwal isu reshuffle kabinet yang menguat belakangan, kata Faisol, PKB juga enggan ambil pusing.

    "Pak Jokowi tahu persis apa yang dibutuhkan," ujar Faisol saat dihubungi Tempo pada Senin, 21 Desember 2020.

    Sebelumnya, beredar kabar kader PKB, Yahya Cholil Staquf akan ditunjuk menggantikan Menteri Agama Fachrul Razi. Faisol mengaku belum ada pembahasan ihwal hal tersebut. "PKB tidak membahas apapun soal posisi menteri termasuk Menag," ujar dia.

    Di Kabinet Indonesia Maju saat ini, ada tiga menteri dari PKB, yakni; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. PKB cukup optimistis tiga kadernya tersebut tidak masuk daftar kocok ulang menteri. "Pak Jokowi sayang dengan PKB," ujar dia.

    Selain Yahya Staquf, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel juga diisukan sebagai salah satu kandidat calon Menteri Agama. Namun Agus mengaku tidak mengetahui ihwal hal tersebut dan belum ada utusan presiden yang menghubunginya dirinya. "Mungkin hanya isu, belum ada (yang menghubungi)," ujar dia saat dihubungi terpisah.

    Hingga saat ini, pihak istana belum ada yang mengonfirmasi terkait kemungkinan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Isu reshuffle menguat usai dua kursi di kabinet kosong ditinggal eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan eks Menteri Sosial Juliari Batubara yang tersangkut kasus korupsi. Dua posisi itu masih diisi oleh Menteri Ad Interim.

    Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, Jokowi sedang melihat waktu yang tepat untuk melakukan perombakan kabinet. "Ini terkait hitungan penanggalan Jawa dan terkait dengan kondisi politik," ujar Ujang saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 18 Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.