Hari Ini, Jokowi 2 Kali Ajak Ma'ruf Amin Bicara 4 Mata, Bahas Reshuffle?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) didampingi oleh wakil presiden Ma'ruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 16 Desember 2019. Rapat ini membahas persiapan pemindahan ibu kota. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) didampingi oleh wakil presiden Ma'ruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 16 Desember 2019. Rapat ini membahas persiapan pemindahan ibu kota. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dua kali menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada hari ini, Senin, 21 Desember 2020.

    "Iya, tadi (Wapres) udah balik, tapi ketemu lagi (dengan presiden). Jadi dua kali. Mungkin tadi enggak selesai, jadi sekarang bicara lagi," ujar Juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi saat dihubungi Tempo pada Senin, 21 Desember 2020.

    Pertemuan internal pertama antara Jokowi dan Ma'ruf berlangsung usai pelantikan tujuh anggota Komisi Yudisial. Pertemuan berlangsung pada pukul 10.00-13.30 di Istana Merdeka, Jakarta. Selanjutnya, kata Baidlowi, pertemuan kedua berlangsung sejak pukul 14.30. "Jam setengah 3 rapat lagi berdua, sampai sekarang," ujar dia.

    Presiden dan Wakil Presiden, kata Baidlowi, memang rutin melakukan pertemuan internal membahas hal-hal aktual. Terkadang Ma'ruf yang mengusulkan pertemuan, kadang pula Jokowi yang mengundang Ma'ruf Amin. "Hari ini presiden yang mengundang," ujarnya.

    Baidlowi mengaku tidak mengetahui secara spesifik ihwal isu apa yang dibahas Jokowi dan Ma'ruf. Di tengah isu reshuffle yang menguat belakangan ini, ujar dia, bisa saja hal tersebut menjadi salah satu pembahasan. "Ya namanya isu strategis kan macam-macam, bisa saja itu dibahas," ujarnya saat ditanya apakah isu kocok ulang kabinet menjadi salah satu agenda pertemuan.

    Hingga saat ini, pihak istana belum ada yang mengonfirmasi terkait kemungkinan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Dua kursi di kabinet kosong usai ditinggal eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan eks Menteri Sosial Juliari Batubara yang tersangkut kasus korupsi. Dua posisi itu masih diisi oleh Menteri Ad Interim.

    Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, Jokowi sedang melihat waktu yang tepat. "Ini terkait hitungan penanggalan Jawa dan terkait dengan kondisi politik," ujar Ujang saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 18 Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.