Datang ke Markas FPI, Kedubes Jerman untuk Indonesia Minta Maaf ke Kemlu

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa menyambut kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta, Selasa, 10 November 2020. Polda Metro Jaya akan melakukan penjemputan paksa terhadap pimpinan FPI Rizieq Shihab yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan. TEMPO / Hilman Fathurrahma W

    Massa menyambut kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta, Selasa, 10 November 2020. Polda Metro Jaya akan melakukan penjemputan paksa terhadap pimpinan FPI Rizieq Shihab yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan. TEMPO / Hilman Fathurrahma W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri telah meminta klarifikasi kepada Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta terkait kedatangan mereka ke Markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat. Klarifikasi tersebut disampaikan pada Ahad, 20 Desember 2020.

    Dalam kesempatan itu, Kemlu juga melancarkan protes atas langkah Kedubes Jerman tersebut. "Kepala Perwakilan Kedubes Jerman menyampaikan bahwa keberadaan staf Kedubes Jerman di tempat tersebut dan pertemuan yang dilakukan adalah atas inisiatif pribadi tanpa mendapatkan perintah atau sepengetahuan pimpinan Kedutaan Besar Jerman," tulis Kemlu dalam keterangan tertulis, Senin, 21 Desember 2020

    Atas kejadian ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa Kepala Perwakilan Kedubes Jerman telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalannya atas kejadian tersebut. Dalam klarifikasi itu, Kedubes Jerman juga memastikan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan kebijakan Pemerintah dan Kedutaan Besar Jerman

    "Serta menolak tegas kesan bahwa kedatangan staf Kedutaan tersebut sebagai bentuk dukungan Jerman kepada organisasi tersebut," ujar Kemlu.

    Kedutaan Jerman juga secara tegas menyampaikan dukungan dan komitmen pemerintah Jerman untuk melanjutkan kerja sama bilateral dengan Indonesia untuk melawan intoleransi, radikalisme, dan ujaran kebencian.

    Atas kejadian ini, Kemlu juga menuntut agar Kedutaan Besar Jerman memberikan pernyataan resmi kepada publik, sebagaimana yang dijelaskan kepada Kementerian Luar Negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.