Kasus Bansos Covid-19: KPK Panggil Dirjen Linjamsos Kementerian Sosial

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA

    Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin dalam kasus korupsi bantuan sosial atau Bansos Covid-19. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Menteri Sosial Juliari Batubara.

    “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk JPB,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin, 21 Desember 2020.

    Ali belum menjelaskan alasan pemeriksaan ini. Namun, diketahui Pepen merupakan anggota tim khusus yang dibentuk Juliari Batubara untuk menentukan vendor penyedia sembako Bansos. Anggota tim lainnya adalah pejabat pembuat komitmen, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Kedua PPK itu ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi ini bersama Juliari.

    Juliari dan tim khusus bentukannya itu menunjuk dua pengusaha Ardian dan Harry sebagai perusahaan penyedia Bansos Covid-19 di kawasan Jabodetabek. KPK menduga Juliari memungut Rp 10 ribu dari paket bahan seharga Rp 300 ribu. KPK menduga Juliari sudah menerima Rp 17 miliar dari dua kali penyaluran bansos di Jabodetabek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.