Keluarga Enam Laskar FPI Akan Bawa Bukti ke Komnas HAM

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga 6 anggota Laskar FPI yang menjadi korban penembakan oleh polisi mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Keluarga meminta keadilan yang seadil-adilnya dalam mengungkap peristiwa penembakan tersebut kepada Komisi III DPR RI. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Keluarga 6 anggota Laskar FPI yang menjadi korban penembakan oleh polisi mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Keluarga meminta keadilan yang seadil-adilnya dalam mengungkap peristiwa penembakan tersebut kepada Komisi III DPR RI. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga enam anggota Laskar FPI atau Front Pembela Islam yang tewas dalam bentrok dengan polisi akan mendatangi Komnas HAM pada Senin, 21 Desember 2020. Mereka datang didampingi tim kuasa hukum, Azis Yanuar.

    "Rencananya bersama dengan para perwakilan keluarga para syuhada dan beberapa tokoh nasional akan mendatangi Komnas Ham RI guna memberikan bukti dan penjelasan versi kami kepada Komnas HAM," kata Tim Kuasa Hukum Azis Yanuar.

    Aziz mengatakan para keluarga enam korban berharap banyak pada Komnas HAM untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Mereka berharap kasus penembakan terhadap pengawal Rizieq Shihab diungkap tuntas. "Jelas ada dugaan kekejian dan pelanggaran HAM berat terhadap 6 syuhada tersebut," kata Aziz.

    Ini bukan kali pertama keluarga enam anggota Laskar FPI tersebut mencari keadilan. Tak lama setelah kejadian bentrok yang menewaskan anggota Laskar FPI, Komisi 3 DPR RI juga menerima para keluarga korban untuk rapat dengar pendapat di Gedung DPR.

    Saat itu, keluarga banyak menyampaikan dugaan adanya pembantaian yang dilakukan polisi terhadap keluarga mereka. Hal ini, kata mereka, diindikasikan dari kondisi jenazah yang memiliki banyak lubang peluru dan luka lebam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.