Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Aturan Pengguna Transportasi Umum dan Pribadi

Reporter

Stasiun Pasar Senen dipadati penumpang KRL yang mau menuju keluar kota, 19 Desember 2020. Petugas Stasiun Pasar Senen belum mewajibkan penggunaan hasil tes swab antigen bagi para penumpang yang menaiki kereta jarak jauh. Tempo/Imam Hamdi

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 resmi menerbitkan aturan terkait perjalanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran nomor 3 tahun 2020, yang diteken oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo pada 19 Desember 2020 lalu.

Dalam salinan surat edaran itu, disebutkan bahwa periode liburan yang dimaksud pemerintah adalah mulai dari 19 Desember 2020, hingga 8 Januari 2021. Tak hanya bagi pelaku perjalanan dalam negeri, aturan ini juga wajib bagi pelaku perjalanan internasional.

Bagi pelaku perjalanan ke Pulau Bali lewat jalur udara, diwajibkan untuk menunjukan hasil tes PCR paling lama 7 x 24 jam sebelum keberangkatan. Masyarakat juga wajib mengisi Indonesia Health Alert Card (eHAC).

"Sedangkan pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat atau laut, baik pribadi maupun umum, wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan," tulis aturan tersebut.

Untuk perjalanan antar kota atau provinsi di Pulau Jawa, aturan yang diterapkan adalah kewajiban melakukan tes rapid antigen 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, bagi pengguna moda transportasi umum udara dan kereta api. Hal yang sama juga diberlakukan bagi pengguna moda transportasi darat baik umum maupun pribadi.

Pengisian e-HAC juga diwajibkan bagi seluruh pelaku perjalanan di Pulau Jawa, kecuali pengguna kereta api.

Meski begitu, aturan ini tak diberlakukan bagi dua golongan. Yang pertama adalah pengguna transportasi darat baik pribadi maupun umum, yang masih dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan (Jabodetabek). Kedua adalah bagi pengguna moda transportasi laut yang bertujuan melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antar pelabuhan domestik atau satu wilayah aglomerasi.

"Anak-anak di bawah usia 12 tahun tak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan," tulis surat edaran tersebut.

Meski begitu, Satgas mengatakan bisa saja tes acak (random) akan dilakukan bagi anak atau pelaku perjalanan di Jabodetabek atau pelayaran domestik Pulau Jawa itu. Pengecualian aturan ini juga berlaku bagi daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar, serta wilayah perbatasan.

Aturan yang mirip juga berlaku bagi perjalanan internasional. Warga yang datang wajib membawa surat hasil test PCR negatif dari negara tempat mereka pergi. Setibanya di Indonesia, mereka wajib kembali melaksanakan tes PCR kembali. Selama menunggu hasil, mereka wajib menunggu di lokasi karantina khusus yang telah disediakan pemerintah. Adapun bagi WNA, karantina diharuskan dilakukan secara mandiri, dengan biaya pribadi, di lokasi yang telah tersertifikasi pemerintah.

Aturan ini disebut berlaku hingga 8 Januari 2021, alias ketika liburan panjang berakhir. Meski begitu, disebutkan aturan dapat diubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi.






Liburan Berfaedah, Ini Deretan Museum Gratis di Surabaya

9 jam lalu

Liburan Berfaedah, Ini Deretan Museum Gratis di Surabaya

Liburan bermanfaat dan ramah di kantong di Surabaya bisa kunjungi sejumlah museum berikut ini.


PPKM Dihentikan, Airlangga: Satgas Covid-19 Tetap Jalan

3 hari lalu

PPKM Dihentikan, Airlangga: Satgas Covid-19 Tetap Jalan

Airlangga Hartarto mengatakan vaksinasi booster tetap berjalan dan diberikan secara gratis.


Indonesia Jadi Negara Percontohan bagi Warga Cina yang Mau Piknik ke Luar Negeri

3 hari lalu

Indonesia Jadi Negara Percontohan bagi Warga Cina yang Mau Piknik ke Luar Negeri

Indonesia menjadi satu dari 20 negara yang dipilih untuk program percontohan destinasi wisatawan Cina ke mancanegara.


Inilah 5 Alasan Tidak Ada Jam Dinding di Hotel

4 hari lalu

Inilah 5 Alasan Tidak Ada Jam Dinding di Hotel

Banyak pengunjung yang tidak menyadari bahwa pihak hotel tidak menyediakan jam dinding di dalam kamar. Berikut beberapa alasannya.


Polda Metro Usulkan Tarif Parkir di Jakarta Dibikin Mahal Agar Warga Pindah ke Angkutan Umum

4 hari lalu

Polda Metro Usulkan Tarif Parkir di Jakarta Dibikin Mahal Agar Warga Pindah ke Angkutan Umum

Polda Metro mengusulkan agar tarif parkir di Jakarta dibikin mahal, termasuk di gedung-gedung pemerintah. Agar warga pindah ke angkutan umum.


Bandara Ngurah Rai Bali: Tak Ada Pemeriksaan Khusus untuk Wisatawan Cina

5 hari lalu

Bandara Ngurah Rai Bali: Tak Ada Pemeriksaan Khusus untuk Wisatawan Cina

Penerbangan perdana wisatawan Cina ke Bali tiba pada Ahad, 22 Januari lalu yang membawa 210 orang.


6 Manfaat Liburan, Meningkatkan Kebahagiaan hingga Kesehatan Mental

6 hari lalu

6 Manfaat Liburan, Meningkatkan Kebahagiaan hingga Kesehatan Mental

Liburan momentum untuk membahagiakan diri sendiri atau bersama orang lain


Rencana Penerapan Jalan Berbayar di Jakarta, Kesiapan Angkutan Umum Jadi Pertanyaan

7 hari lalu

Rencana Penerapan Jalan Berbayar di Jakarta, Kesiapan Angkutan Umum Jadi Pertanyaan

Raperda jalan berbayar telah masuk di DPRD DKI. Kesiapan angkutan umum, terutama di wilayah Bodetabek dipertanyakan.


Belajar Sistem Electronic Road Pricing dari Singapura Sebagai Pelopor ERP di Asia

7 hari lalu

Belajar Sistem Electronic Road Pricing dari Singapura Sebagai Pelopor ERP di Asia

Singapura mempelopori electronic road pricing atau ERP sebagai alat untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Begini mereka terapkan sistemnya.


Penambahan Angkutan Umum Dinilai Mendukung Sistem Jalan Berbayar

10 hari lalu

Penambahan Angkutan Umum Dinilai Mendukung Sistem Jalan Berbayar

Dinas Perhubungan atau Dishub DKI Jakarta telah memberikan berbagai tanggapan terkait rencana sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP)