Membaca Arah Reshuffle Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua kursi di Kabinet Jokowi kosong usai ditinggal Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Sosial yang terseret kasus korupsi. Publik masih menunggu langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk sosok pengganti Edhy Prabowo dan Juliari Batubara. Sampai saat ini, dua kursi tersebut masih diisi oleh menteri ad interim.

    Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, Jokowi sedang melihat waktu yang tepat. "Ini terkait hitungan penanggalan Jawa dan terkait dengan kondisi politik," ujar Ujang saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 18 Desember 2020.

    Jokowi memang terkenal sebagai presiden 'njawani'
    nan lekat dengan simbol-simbol. Jika menilik manuver politik mantan Wali Kota Solo ini, jejak-jejak keputusan penting yang diambilnya berujung di hari Rabu.

    Peristiwa reshuffle Kabinet Jokowi datang pada Rabu Pon. Pernah juga pada Rabu Pahing. Jika menilik penanggalan Jawa bulan ini, Rabu Pon jatuh pada 23 Desember.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, Ujang menilai, Jokowi mungkin masih menunggu nama-nama yang diajukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sebab, dua kursi menteri yang kosong ini sebelumnya diisi oleh kader PDIP dan Gerindra.

    Untuk kursi Mensos, santer terdengar nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma. Baru-baru ini juga mencuat nama Wali Kota Solo FX Rudyatmo. Dari dua nama ini, kata Ujang, yang dinilai lebih berpeluang adalah Risma.

    "Sebab dia petinggi PDIP, dekat dengan Mega, perempuan, dan dianggap lebih moncer dari FX Rudi. Sedangkan FX Rudi dianggap kurang menerima Gibran ketika hendak maju jadi calon Wali Kota Solo," ujar Ujang.

    Adapun Risma, sebelumnya mengaku belum mendapat tawaran dari Presiden Jokowi untuk menggantikan Juliari. Namun, saat didesak apakah bersedia jika presiden mengajak bergabung ke Kabinet Indonesia Maju, Risma berujar akan melihat perkembangan.

    “Ya nanti kita lihat lah. Saya ngikut Ibu Mega saja,” kata Risma kepada wartawan di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam Surabaya, Senin, 14 Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...