Bawa Busur Panah, Polisi Periksa 6 Santri yang Diduga Akan ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Petugas Pengaman Demonstrasi/unjuk rasa/ Petugas Anti Huru-hara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi Petugas Pengaman Demonstrasi/unjuk rasa/ Petugas Anti Huru-hara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas Polsek Cicalengka Polresta Bandung mengamankan enam santri yang diduga akan berangkat ke Jakarta. Mereka menggunakan mobil dengan membawa senjata busur panah lengkap dengan anak panahnya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis kemarin.

    Kapolsek Cicalengka Kompol Aep Suhendi mengatakan enam orang itu diamankan ketika kepolisian sedang melakukan operasi yustisi di kawasan Nagrog, Cicalengka. Namun, ia belum bisa memastikan motif enam santri itu hingga membawa peralatan berbahaya.
     
    "Didapati oleh anggota polisi yang mencurigai. Kemudian diperiksa di dalamnya didapati busur dan anak panah. Busurnya dua buah, anak panahnya 10 buah," kata Aep.

    Setelah ditemukan busur panah serta anak panah, polisi lalu membawa enam orang itu ke Kantor Polsek Cicalengka. Dengan pertimbangan keamanan, enam orang itu kemudian dibawa ke Markas Polresta Bandung guna diminta keterangan lebih lanjut. "Sementara kita belum bisa memastikan siapa mereka dan motifnya apa dan ditangani Polres sekarang. Mereka pengakuannya dari pesantren," kata Aep.
     
    Sementara itu Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan petugas belum menemukan kaitannya enam orang itu dengan rencana adanya aksi dari Front Pembela Islam (FPI) yang digelar di Jakarta, Jumat, 18 Desember 2020. "Belum ditemukan identitas anggota atau simpatisan FPI. Saat ini mereka sedang di dalami di Polresta Bandung," kata Hendra.
     
    Berdasarkan keterangannya enam orang itu berasal dari wilayah Tasikmalaya. Adapun kendaraan yang diduga digunakan oleh enam orang itu merupakan roda empat berjenis Gran Max.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.