Pemerintah Godok Aturan Perjalanan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanggal2020-07-23DeskripsiWiku Adisasmito merupakan Guru Besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk beberapa mata kuliah sarjana dan pascasarjana terkait analisis dan pembuatan kebijakan kesehatan. Covid19.go.id

    Tanggal2020-07-23DeskripsiWiku Adisasmito merupakan Guru Besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk beberapa mata kuliah sarjana dan pascasarjana terkait analisis dan pembuatan kebijakan kesehatan. Covid19.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah tengah menyusun kebijakan terkait dengan perjalanan pada saat libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Langkah ini diambil untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

    "Kebijakan yang saat ini sedang dibahas, meliputi persyaratan berupa testing yang harus dilakukan oleh pelaku perjalanan dalam rangka screening," kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis, 17 Desember 2020.

    Wiku mengatakan bahwa kebijakan yang akan diambil juga merupakan bentuk antisipasi dan pencegahan terhadap peningkatan penularan yang terjadi. Apalagi dari data Satgas Penanganan Covid-19, libur panjang kerap memicu kenaikan jumlah penderita Covid-19.

    Selama masa pandemi saja, ada tiga liburan panjang yang sudah dijalani, yakni Libur Hari Raya Idul Fitri, Libur Hari Raya Kemerdekaan pada Agustus, dan libur panjang 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020 lalu.

    Wiku pernah mengatakan semua libur panjang itu menimbulkan kenaikan kasus pada 10-14 hari kemudian. Bahkan bisa bertahan 1-2 minggu selanjutnya. Kenaikan kasusnya bisa 50 sampai lebih dari 100 persen.

    Atas dasar itu, Wiku Adisasmito menghimbau agar masyarakat dapat mematuhi kebijakan yang akan dibuat. "Saya meminta masyarakat untuk mematuhi seluruh persyaratan dan peraturan terkait perjalanan di tengah pandemi sehingga penularan bisa betul-betul dapat dicegah," kata Wiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.