Pentingnya Kontribusi Penyelenggara Pendidikan Dalam Mewujudkan "Pernikahan" antara Vokasi dan DUDI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kontribusi penyelenggara pendidikan. Foto: freepik

    Ilustrasi kontribusi penyelenggara pendidikan. Foto: freepik

    Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan sekolah dan pendidikan vokasi, pemerintah melalui kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Perindustrian terus meningkatkan peran Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam mendorong pengembangan atau revitalisasi pendidikan vokasi. Hal ini harus didukung langsung oleh penyelenggara pendidikan yaitu sekolah dan pendidikan vokasi untuk terus meningkatkan hubungan dengan DUDI. 

    Direktur Mitras DUDI Ahmad Saufi mengatakan bahwa selama ini sudah banyak kemitraan yang terbangun antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Namun, tantangannya adalah memelihara kemitraan yang berdasarkan pada rasa saling percaya dan saling menguntungkan sehingga tercipta keberlanjutan.

    Oleh karenanya, perlu dilakukannya “pernikahan” antara pendidikan vokasi dan industri yang terdiri atas sembilan paket pernikahan, di antaranya keselarasan kurikulum, jumlah guru/dosen tamu dari industri, kesempatan magang, rekrutmen lulusan, program beasiswa, transfer teknologi dan ilmu pengetahuan, sertifikasi kompetensi, riset terapan/teaching factory, dan kerja sama lainnya.

    Dalam kunjungan ke SMK St. Mikael Surakarta, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan bahwa untuk memajukan pendidikan vokasi, SMK, politeknik, sekolah vokasi dan lembaga kursus, diperlukan kolaborasi dari semua pihak agar “pernikahan” tersebut bisa berhasil. 

    “Pendidikan vokasi maju secara komprehensif, tidak hanya SMK, tetapi juga politeknik, sekolah vokasi dan lembaga kursus. Ini memerlukan kolaborasi dari semua pihak. Kita upayakan bahwa harus ada riset terapan yang dikembangkan bersama, sehingga pernikahan itu ada hasilnya,” ungkap Wikan.

    Selain dengan berkolaborasi, adanya inovasi dan terobosan menjadi penting untuk mewujudkan “pernikahan” tersebut.

    “Kami mendorong agar vokasi benar-benar ‘menikah’ dengan dunia usaha dan industri. Kurikulum harus kolaborasi, pengajar tamu rutin, ada sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa yang sudah magang, dan penyerapan lulusan harus dilakukan lebih. Jangan pernah puas, selalu perbaiki berinovasi lebih sempurna, harus kita kejar,” ungkap Wikan dalam sambutannya di SBMPTN 2020.

    Menurut Direktur Pembinaan SMK, Bakrun Dahlan mengatakan bahwa perlunya penyelenggara pendidikan untuk mendekatkan diri dengan dunia usaha dan industri. 

    “Pertama kita harus tahu kompetensi apa yang diperlukan dunia usaha dan industri. Untuk tahu itu kita harus dekat dengan mereka. Jika kita sudah mendapat jawabannya baru kita kembangkan kurikulumnya. Saat ini kita harus terus optimalkan link and match antara vokasi dan DUDI,” tutur Bakrun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.