Projo Minta Presiden Jokowi Reshuffle Kabinet Besar-besaran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Video rekaman pidato Jokowi ini baru diunggah ke YouTube resmi Sekretariat Presiden kemarin, Ahad, 29 Juni 2020, atau sepuluh hari setelah pidato itu disampaikan langsung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/Pool

    Presiden Jokowi (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Video rekaman pidato Jokowi ini baru diunggah ke YouTube resmi Sekretariat Presiden kemarin, Ahad, 29 Juni 2020, atau sepuluh hari setelah pidato itu disampaikan langsung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Relawan Pro Jokowi atau Projo meminta Presiden Joko Widodo tidak ragu dalam merombak kabinet atau reshuffle. “Mau tidak mau, harus perombakan besar-besaran,” kata Sekretaris Jenderal Projo, Handoko, dalam diskusi daring Rmol.id, Kamis, 17 Desember 2020.

    Handoko mengklaim Projo kerap berkomunikasi dengan Jokowi. Presiden, kata dia, bilang bahwa di periode pemerintahannya yang kedua sudah tak punya beban dan ingin meninggalkan warisan yang besar untuk Indonesia.

    Namun, menurut dia, cita-cita presiden itu terganggu oleh kinerja kabinet yang dinilai kurang bagus. Kinerja buruk itu, kata Handoko, makin terlihat dalam situasi pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi. “Maka mau tidak mau reshuffle adalah keniscayaan,” ujar dia.

    Menurut Handoko, Presiden Jokowi sudah tak punya banyak waktu lagi untuk reshuffle kabinet. Sebab, tak lama lagi partai-partai akan mempersiapkan diri untuk Pemilu 2024.

    Menurut dia, persiapan itu tentu akan mengganggu kinerja pemerintahan. Maka itu, dia mengatakan bila presiden berencana melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat, maka perombakan itu harus dilakukan secara besar-besaran. “Saya hanya meminta Presiden, sudah lah pak, enggak usah ragu-ragu lagi,” kata dia.

    Handoko mengatakan Jokowi harus menunjuk menteri yang setia pada Presiden hingga akhir masa jabatan. Selain itu, menteri juga harus cakap dalam bekerja dan tidak tertarik kepentingan pragmatis, apalagi sampai korupsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.