Ridwan Kamil Balas Cuitan Mahfud Md soal Tanggung Jawab Kasus Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tiba dengan mengendarai sepeda motor saat kunjungan kerja di Situ Rawa Besar, Depok, Jawa Barat, Rabu, 2 Desember 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tiba dengan mengendarai sepeda motor saat kunjungan kerja di Situ Rawa Besar, Depok, Jawa Barat, Rabu, 2 Desember 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud Md dan Gubernur Jawa Barat berbalas cuitan soal kasus kerumunan yang ditimbulkan dalam sejumlah kegiatan yang digelar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sejak kepulangannya pada 10 November lalu.

    Ridwan mempertanyakan kenapa hanya kepala daerah saja yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh polisi dalam kasus ini. Menurut Ridwan, pemerintah pusat dalam hal ini Menkopolhukam Mahfud Md juga harus bertanggungjawab.

    Kasus kerumunan di Megamendung misalnya, kata Ridwan, dinilai terjadi karena Mahfud membolehkan massa menjemput kedatangan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, sehingga berlanjut pada kegiatan yang menimbulkan kerumunan di Petamburan, Jakarta dan Megamendung, Jawa Barat.

    "Pusat-daerah harus sama-sama memikul tanggung jawab. Mengapa kerumunan di bandara yang sangat masif dan merugikan kesehatan/ekonomi, tidak ada pemeriksaan seperti halnya kami berkali-kali. Mengapa kepala daerah terus yang harus dimintai bertanggung jawab," cuit Ridwan Kamil melalui akun @ridwankamil, Rabu malam, 16 Desember 2020.

    Mahfud Md sebelumnya menyatakan siap bertanggungjawab. "Siap, Kang RK. Saya bertanggungjawab. Saya yang umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya hak hukum untuk pulang. Saya juga yang mengumumkan HRS boleh dijemput asal tertib dan tak melanggar protokol kesehatan. Saya juga yang minta HRS diantar sampai ke Petamburan," cuit @mohmahfudmd.

    Namun, Mahfud masih berdalih bahwa kegiatan penjemputan Rizieq di bandara sudah berjalan tertib sampai Rizieq tiba di kediaman Petamburan. "Tapi acara pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan," ujar Mahfud.

    Sementara faktanya, massa membludak menjemput Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November lalu. Kerumunan tak terhindarkan. Sejumlah fasilitas di bandara rusak akibat desak-desakan massa.

    Pemerintah juga mengakui salah memprediksi jumlah massa penjemput Rizieq. Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta Mayor Jenderal Dudung Abdurachman, mengatakan massa penjemput diperkirakan hanya 6 ribu orang. Mencuplik hasil pemetaan massa melalui situs Mapchecking.com, penjemput Rizieq di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, diprediksi ada 51 ribu orang.

    "Banyak pendukungnya yang datang dari daerah-daerah. Itu yang kami sesalkan," ujar Dudung seperti seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 23-30 November 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.