Kasus Penembakan 6 Laskar FPI, Bareskrim Periksa Jasa Marga

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa dari Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi unjuk rasa di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa, 15 Desember 2020. Dalam aksinya, mereka meminta pemimpin FPI Rizieq Shihab yang kini tengah ditahan untuk segera dibebaskan.  TEMPO/Prima Mulia

    Massa dari Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi unjuk rasa di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa, 15 Desember 2020. Dalam aksinya, mereka meminta pemimpin FPI Rizieq Shihab yang kini tengah ditahan untuk segera dibebaskan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri melakukan pemeriksaan terhadap pihak PT Jasa Marga (Persero) pada hari ini, Rabu, 16 Desember 2020. Jasa Marga diperiksa terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

    "Sedang berlangsung pemeriksaannya. Yang diperiksa bagian IT," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian saat dikonfirmasi pada Rabu, 16 Desember 2020.

    Sebagaimana diketahui, kamera pengawas di lokasi penembakan itu disebut mati saat insiden penembakan terjadi. Direktur Utama PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) Raddy R Lukman menjelaskan adanya gangguan link jaringan backbone atau fibre optic pada kamera pengintai alias CCTV di KM 48+600 Jalan Tol Jakarta- Cikampek.

    Menurut dia, gangguan tersebut terjadi sejak Minggu, 6 Desember 2020 pukul 04.40 WIB. Namun, Andi belum bisa memastikan siapa pihak Jasa Marga yang akan diperiksa penyidik. "Tergantung yang tersedia. Tapi penyidik akan memanggil secara resmi, secara formil agar kami periksa," kata dia.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga, Subakti Syukur mengatakan kamera CCTV di area penembakan laskar FPI masih berfungsi atau tidak rusak saat kejadian berlangsung. Hal itu ia katakan usai diperiksa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada 14 Desember 2020.

    Menurut Subakti, terdapat 23 unit CCTV di Tol Jakarta-Cikampek dari KM 49 hingga 50.

    "CCTV-nya tetap berfungsi, tapi pengiriman datanya itu terganggu," kata Subakti di Komnas HAM, 14 Desember 2020.

    Subakti mengatakan, CCTV yang mengalami gangguan pengiriman data berada di jalur tol. Sedangkan yang di gerbang-gerbang tol, tidak mengalami gangguan. CCTV itu mengalami gangguan dari Ahad sore hingga Senin subuh, yakni 6 - 7 Desember 2020. Walau masih berfungsi dan hanya mengalami gangguan pengiriman data, file berupa rekaman CCTV di area itu tetap tidak ada.

    ANDITA RAHMA | M. YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.