Menkes Terawan Pantau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Rapat tersebut membahas  persiapan vaksinasi Covid-19, termasuk peta jalan vaksinasi untuk vaksin program dan vaksin mandiri serta sumber pembiayaannya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Rapat tersebut membahas persiapan vaksinasi Covid-19, termasuk peta jalan vaksinasi untuk vaksin program dan vaksin mandiri serta sumber pembiayaannya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso mulai menggelar simulasi vaksinasi Covid-19 pada Rabu, 16 Desember 2020. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memantau langsung proses simulasi di lokasi.

    "Saya bersyukur karena simulasi telah berjalan baik dan kita akan secara masif melakukan simulasi sampai waktu tiba dimana Emergency Use Autorization sudah diberikan BPOM baru kita bisa melaksanakan vaksinasi,” kata Terawan lewat keterangan resmi Kemenkes, Rabu, 16 Desember 2020.

    Berhubung tahap pertama vaksinasi nantinya akan dilakukan terhadap tenaga kesehatan, RSPI telah mendata tenaga kesehatan mereka yang masuk kriteria penerima vaksin Covid-19.

    “Tenaga kesehatan yang masuk kriteria penerima vaksin sebanyak 575. Setelah diskrining ada yang eksklusi apakah hamil, komorbid jadi tinggal 375 orang,” ujarnya. Direktur Utama RSPI Sulianti, Saroso Mohammad Syahril dalam keterangan yang sama.

    RSPI juga sudah membentuk panitia untuk pelaksanaan vaksinasi. Tata cara vaksinasi dimulai dari pendaftaran, skrining, pemeriksaan dokter, vaksinasi, observasi. Pendaftaran dilakukan melalui google form dengan mengisi data identitas diri, gejala yang sama seperti Covid-19, riwayat penyakit terdahulu. Setelah itu, penerima vaksin menuju meja skrining untuk memastikan sesuai kriteria penerima vaksin.

    Jika dinyatakan memenuhi kriteria sebagai penerima vaksin, maka dilanjutkan masuk ke ruang layanan vaksinasi. Setelah diberi vaksin, selanjutnya menuju meja observasi selama 30 menit untuk melihat apakah terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau tidak.

    Usai 30 menit menunggu, penerima vaksin bisa meninggalkan ruangan. Jika terjadi gejala pada saat sampai di rumah atau beberapa hari setelah vaksin, maka penerima diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Penerima vaksin selanjutnya akan diminta datang kembali dua pekan kemudian untuk vaksinasi yang kedua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.