Sampoerna Dukung UMKM Pulihkan Ekonomi Nasional

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL-Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020 berdampak signifikan pada sektor perekonomian, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui payung program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia bekerja sama dengan Tempo Media Group, menggelar Festival #SampoernaUntukUMKM sebagai bentuk komitmen Sampoerna dalam melanjutkan peran aktifnya untuk memajukan ekonomi kerakyatan dengan cara memperluas akses pelatihan tepat guna kepada pelaku UMKM di Indonesia.

    Melalui rangkaian kegiatan Festival #SampoernaUntukUMKM, para pelaku UMKM dibina agar mampu meningkatkan daya saing, beradaptasi saat pandemi dan mengembangkan diri di era digital.  Salah satu kegiatan yang diadakan adalah diskusi webinar dan bazaar online pada 15-16 Desember 2020.

    Sebanyak 82,9 persen UMKM terkena dampak negatif dari pandemi. “Masalah utama yang dihadapi UMKM yakni kesulitan memperoleh bahan baku, distribusi, sulitnya permodalan, produksi terhambat dan penjualan atau permintaan menurun,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai keynote speaker pada hari pertama webinar yang bertema ‘UMKM Sebagai Penggerak Kebangkitan Ekonomi Nasional’.

    Sampoerna Untuk Indonesia telah membina UMKM sejak 2007 dan melatih 40 ribu UMKM Direktur Sampoerna Elvira Lianita mengatakan, pengembangan UMKM merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, swasta dan juga akademisi.

    “Sampoerna telah melakukan upaya ini sejak 2007. Hingga saat ini, kami terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” ujar Elvira.

    Di masa pandemi COVID-19, Sampoerna juga turut memberikan dukungan keterampilan usaha, termasuk literasi digital. Salah satunya adalah melalui Program Optima UKM yang diluncurkan sebagai adaptasi pelatihan Sampoerna Entrepreneurship Training Centre (SETC). Selain itu, UMKM binaan yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) didorong menggunakan aplikasi digital ‘Ayo SRC’. 

    Untuk menjadi penggerak ekonomi nasional, para pelaku UMKM perlu mengevaluasi strategi bisnisnya. “Mereka juga harus mengoptimalkan produk dan meningkatkan pelayanan dengan menggunakan teknologi digital,“ kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih.

    Dunia digital memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. “Pandemi ini menyadarkan kita untuk segera mentransformasikan usaha-usaha, adaptif secara online dan berinovasi supaya berkelanjutan,” ujar Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto.

    Para pelaku UMKM Provinsi Jawa Barat (Jabar) berperan besar sebagai tulang punggung perekonomian daerah sehingga mendapat perhatian besar dari pemerintah provinsi.  Ada pun program Pemprov Jabar untuk mendukung UMKM di masa pandemi yakni pengadaan 13 juta masker yang melibatkan 900 UMKM serta mendorong BUMN maupun BUMD sebagai pembeli produk UMKM untuk pengadaan bantuan sosial. 

    “Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga meluncurkan kampanye ‘Bela, Beli dan Bangga’ terhadap produk UMKM di Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabarat, Kusmana Hartadji di webinar sesi kedua yang bertema ‘Dorong Pertumbuhan UMKM Lokal’. 

    Untuk mendorong pertumbuhan, para pelaku UMKM perlu membuat kemasan yang bagus, penjualan secara digital dan meningkatkan kemahiran. “Keunggulan Indonesia adalah mampu membuat kerajinan tangan,” ujar Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia, Mohammad Ikhsan Ingratubun.

    Kolaborasi semua pihak yang solid dan masif sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi  pandemi Covid-19. “Kami berharap ini adalah usaha bersama antara swasta, pemerintah dan para pelaku UMKM untuk mendukung peningkatan ekonomi di Indonesia,” kata Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk., Ishak Danuningrat.

    Hari pertama bazaar online menghadirkan lima UMKM terpilih dari 150 peserta SETC pada November lalu. Mereka adalah Dyah Yesnita pemilik UMKM Kalu, Yogyakarta, Ismiyati pemilik Super Roti dan Bagoes Tri pemilik Bakoel Sambal dari Semarang, Anggi Fitrilia pemilik Galeri Wong Kito, Palembang, dan Renny Puspita pemilik Banyu Cipto, Rembang. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.