Program Rujuk Balik Mudahkan Peserta Multi Morbiditas

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL -– Untuk meningkatkan kualitas layanan kepada peserta JKN-KIS terutama keamanan terapi obat bagi peserta yang tergolong multi morbiditas (memiliki lebih dari satu penyakit kronis maupun komplikasinya), BPJS Kesehatan telah menerapkan Program Rujuk Balik (PRB).

    Program ini merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang. Pelayanan kesehatan ini akan didapatkan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atas rekomendasi dari dokter spesialis yang merawat.

    Keluarga Tyo termasuk yang sudah mengikuti PRB. Neneknya yang lima tahun terakhir mengidap diabetes mellitus, secara rutin berobat menggunakan kartu JKN-KIS. Asuhan keperawatan dalam jangka panjang membuat nenek Tyo terdaftar sebagai peserta PRB.

    “Sejak awal pengobatan nenek saya selalu menggunakan BPJS Kesehatan. Kami berkonsultasi tentang kesehatan nenek ke dokter spesialis dan sekarang masuk Program Rujuk Balik,” ujarTyo,  akhir November lalu.

    Ada sembilan diagnosa penyakit yang termasuk dalam PRB, yaitu diabetes melitus, hipertensi, jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronis, epilepsi, schizophrenia, stroke dan systemic lupus erythematosus. Pasien dengan salah satu diagnose tersebut, berkondisi stabil serta memerlukan perawatan dan obat jangka panjang bias mengikuti program ini.

    Berbagai manfaat bisa diperoleh peserta PRB ini, diantaranya peserta bisa berobat ke FKTP dan mendapatkan obat kronis yang sama dengan obat yang diperoleh di rumah sakit. Selainitu peserta memiliki waktu yang cukup untuk berkonsultasi dengan dokter FKTP maupun apoteker tentang cara penggunaan obat seperti insulin.

    Selama menjadi peserta PRB, neneknya Tyo cukup ke klinik untuk mengambil resep obat dan mengambilnya di apotek. Hal ini lebih mudah, karena sang nenek tidak perlu mengantre di rumah sakit. Selainitu, obat yang dikonsumsi setiap bulannya serupa, sehingga hanya perlu ke apotek untuk mengambilobatnya. ‘Apalagi di masa pandemi ini, nenek saya yang cukup rentan daya tahan tubuhnya tidak perlu ke rumah sakit,” katanya.

    Dengan PRB, peserta dengan penyakit kronis tidak perlu selalu dating ke rumah sakit untuk mendapatkan obat. Hal ini meminimalisir penularan Covid-19 terutama bagi mereka yang tergolong kelompok beresiko tinggi. Mari manfaatkan PRB dengan maksimal dan dapatkan pelayanan kesehatan jangka panjang yang memadai.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.