Cerita Dubes RI untuk UEA Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Sinopharm

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang staf menunjukkan sampel vaksin COVID-19 nonaktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibu kota China, pada 10 April 2020. Kredit: Xinhua/Zhang Yuwei

    Seorang staf menunjukkan sampel vaksin COVID-19 nonaktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibu kota China, pada 10 April 2020. Kredit: Xinhua/Zhang Yuwei

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab Husin Bagus menceritakan pengalamannya disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinopharm dan G42 oleh pemerintah UEA.

    "Setelah mendapat konfirmasi akan medapat vaksin dari G42, kemudian pada hari-H kami dan teman-teman datang ke KBRI. Yang kami lakukan pertama ada diskusi dengan dokter," kata Husin dalam diskusi, Senin, 14 Desember 2020.

    Husin mengatakan, di hari penyuntikan, dokter lebih dulu mengecek riwayat kesehatan, juga tekanan darah dan gula. Saat itu, Husin mengaku tekanan darahnya sempat tinggi. Sehingga penyuntikan sempat tertunda. "Kira-kira setengah 12 setelah istirahat sudah normal, baru disuntik. Tapi yang lain sebagian besar bisa langsung disuntik karena normal," kata dia.

    Menurut Husin, ada dua proses penyuntikan di KBRI. Pertama, ada 23 orang yang mendapat suntikan pertama di 21 Oktober 2020. Kemudian mereka menerima suntikan kedua pada 23 November 2020. Adapun kelompok yang sempat tertunda penyuntikannya karena kondisi kesehatan, menerima suntikan pertama pada 23 November dan suntikan kedua pada 5 Desember.

    Setelah menerima suntikan vaksin Covid-19, Husin mengaku tidak ada hal yang berbeda terjadi pada dirinya maupun istrinya. "Semua berjalan lancar. Teman-teman KBRI juga kami evaluasi, sebagian besar oke. Ada 1-2 yang habis disuntik mungkin karena takut atau ngeri, tapi 1-2 jam setelah itu normal," ujarnya.

    Menurut Husin, meski sudah divaksin, masyarakat tetap diminta mematuhi protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak. Masyarakat UEA, kata dia, juga antusias menyambut program vaksinasi.

    "Karena mereka ingin ke luar negeri, biasa ramai dikunjungi orang. Tentu dengan vaksin ini bisa memberikan kontribusi besar dalam membuat hidup mereka normal lagi," katanya.

    Vaksin buatan Sinopharm merupakan salah satu kandidat vaksin Covid-19 yang akan didatangkan ke Indonesia. Pemerintah UEA telah memulai program vaksinasi setelah mendapat izin penggunaan darurat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.