Denny Indrayana Tepis Kabar Ada Negosiasi Agar Ia Mundur dari Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denny Indrayana bersama ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Selatan Abidin dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat penyerahan rekomendasi calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Selatan dari Partai Gerindra kepada Denny Indrayana dan Difriadi Darjat di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Tempo/Nurdiansah

    Denny Indrayana bersama ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Selatan Abidin dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat penyerahan rekomendasi calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Selatan dari Partai Gerindra kepada Denny Indrayana dan Difriadi Darjat di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana membantah adanya negosiasi agar dirinya mengalah di Pilkada 2020. Denny mengatakan ini jaminan pribadinya untuk rakyat Kalimantan Selatan setelah pemilihan suara pada 9 Desember lalu.

    "Saya jamin secara pribadi, tidak ada negosiasi untuk mundur dan kalau pun ada akan saya tolak, berapa pun harganya ini tidak diperjualbelikan," kata Denny dalam konferensi pers yang disiarkan di akun fanspage Denny Indrayana, Ahad malam, 13 Desember 2020.

    Denny berujar tak akan memperjualbelikan amanat rakyat Kalimantan Selatan yang telah memilih dirinya dan Difriadi Drajat. Dia berujar, jika pada Pilgub 2015 ada calon yang mundur karena hasil negosiasi, hal tersebut tak akan terjadi di Pilkada 2020 ini.

    "Tidak akan ada negosiasi yang manipulatif. Kami tidak akan melakukan nego-nego untuk mundur dari proses ini," kata Denny. "Amanat rakyat Kalimantan Selatan akan terus saya perjuangkan sampai titik peluh penghabisan."

    Denny sekaligus membantah isu yang menyebutkan dirinya bertemu dengan Calon Gubernur Sahbirin Noor. Dia bercerita, ada seorang pimpinan Dewan yang bertanya apakah ia bertemu dengan gubernur inkumben itu.

    Denny mengatakan ia berada di Tapin pada Sabtu, 12 Desember 2020 untuk memantau penghitungan suara di sejumlah tempat. Setelah itu, ia pulang dan berdiam di rumah.

    "Sehingga dapat saya katakan isu yang beredar ada pertemuan dengan Pak Sahbirin itu adalah hoaks," kata mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini.

    Denny juga berujar ia tak pernah bertemu dengan tokoh seperti Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, yang juga merupakan keponakan Sahbirin Noor. Ia mengaku tak mengenal pengusaha tambang batu bara asal Batu Licin, Kalimantan Selatan itu secara pribadi.

    Hasil perhitungan suara Pilgub Kalimantan Selatan 2020 bersaing ketat antara pasangan calon Sahbirin Noor-Muhidin dan Denny Indrayana-Difriadi. Merujuk situs pilkada2020.kpu.go.id hingga hari ini, Senin, 14 Desember 2020 pukul 07.59 WIB, Sahbirin unggul dengan 50,1 persen dan total suara 686.230, sedangkan Denny 49.9 persen dengan 682.649 suara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.