Pengamat Nilai PKS Diuntungkan di Pilkada 2020 Sumatera Barat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Universitas Andalas Padang Edi Indrizal menilai hasil hitung cepat atau quick count yang disampaikan PKS kecil sekali kemungkinan berbeda dengan hasil KPU. Menurut dia, Pilkada 2020 Sumatera Barat akan dimenangi oleh Mahyeldi-Audy Joinaldy.

    Ia melihat faktor yang membuat Mahyeldi menang sudah dimulai saat pendaftaran calon ke KPU Provinsi Sumatera Barat yang waktu itu awalnya hanya ada tiga pasang calon. Sebenarnya, menurut Edi, semangat elite di Sumbar untuk mengalahkan PKS tinggi. Namun, begitu ada poros baru yang mengusung Fakhrizal-Genius Umar oleh koaliasi Golkar, NasDem, dan PKB, yang paling diuntungkan adalah PKS.

    Dengan komposisi empat pasang calon, ia menyatakan, PKS diuntungkan. Hasil berbeda diprediksi terjadi jika Pilkada 2020 Sumbar hanya diramaikan oleh tiga pasang saja. Selain itu, silang sengketa yang dipertontonkan kandidat dengan saling lapor juga menguntungkan PKS saat saling perseteruan antara Indra Catri dan Mulyadi.

    Pada sisi lain, Edi Indrizal melihat pemilih Sumbar kembali ke jati diri aslinya, yaitu cenderung konservatif. Salah satu kriteria memilih pemimpin adalah calon yang dipersepsikan agamis atau religius.

    ADVERTISEMENT

    "Itu ada pada sosok Mahyeldi yang dipanggil buya. Tidak ada calon lain yang bisa menyaingi bahkan Irwan Prayitno sekalipun," ujar Edi.

    Dari sisi komposisi, Mahyeldi beruntung punya wakil Audy karena secara latar belakang ada variasi dari kandidat lain. Tiga pasang lainnya wakilnya adalah bupati atau wali kota, hanya Audy yang pengusaha dan paling muda pula.

    Tak hanya itu, peran Audy juga kian sempurna dengan kemenangan di Kabupaten Solok dan Kota Solok yang merupakan basisnya. Selanjutnya, dia juga melihat tim Mahyeldi-Audy unggul di media sosial dengan beragam variasi, pengikut, hingga jumlah orang yang melihat. Di lini maya, PKS disebut-sebut unggul, bahkan akunnya ada di mana-mana. 

    Kendati di awal November 2020 Poltracking merilis survei elektabilitas peserta Pilkada Sumatera Barat 2020 yang menyatakan Mulyadi-Ali Mukhni unggul dengan elektablitas 49,5 persen, Edi menilai hal itu kontroversi yang merugikan Mulyadi.

    Pada survei tersebut elektabilitas Nasrul Abit-Indra Catri sebesar 21,3 persen, Mahyeldi-Audy Joinaldy 17,1 persen, dan Fakhrizal-Genius Umar 6,2 persen. "Kesannya seperti orang lain enggak bekerja saja. Politik seolah kayak ruang hampa, kurang masuk akal," kata Edi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.