Vaksinasi Covid-19 Tahap Awal Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan di Jawa-Bali

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk vaksin Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi Covid-19 tahap awal akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan di Pulau Jawa dan Bali. Pertimbangannya, jumlah kasus Covid-19 di tujuh provinsi yang terdapat pada dua pulau ini terbilang tinggi.

    "Tahap awal akan diberikan kepada tenaga kesehatan, yakni seluruh komponen tenaga medis termasuk tenaga penunjang. Nah, ini akan fokus di Jawa-Bali dulu karena mengingat kasus di tujuh provinsi tinggi," ujar Nadia dalam diskusi daring, Sabtu, 12 Desember 2020.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan ini menyebut, pemerintah belum bisa memastikan kapan vaksinasi akan dilakukan. Sebab, masih menunggu hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac oleh PT Bio Farma dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.

    Sementara itu, ujar Nadia, Kemenkes sudah menyiapkan aturan teknis pelaksanaan dan juga pemetaan daerah-daerah yang diprioritaskan melakukan vaksinasi.

    Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjajaran (Unpad) menyebut hasil uji klinis fase III vaksin buatan Sinovac baru bisa diumumkan paling cepat pada akhir Januari 2021.

    Musababnya, dokter laboratorium riset uji vaksin, Sunaryati Sudigdoadi menjelaskan, evaluasi terkait efikasi, keamanan dan imunogenitas vaksin baru bisa diketahui pada bulan keenam setelah vaksin disuntikkan sebanyak dua kali kepada relawan. Adapun proses uji klinis baru dimulai dilakukan mulai 11 Agustus yang melibatkan 1.620 relawan.

    "Berdasarkan schedule kami itu, evaluasi total untuk melihat efikasi vaksin baru final pada akhir Mei 2021, namun evaluasi terhadap 540 relawan pertama sudah bisa dilihat pada akhir Januari 2021," ujar Sunaryati dalam diskusi yang sama.

    Setelah tahapan uji klinis selesai, ujar Sunaryati, barulah tim bisa melapor hasil kepada BPOM. Lalu, BPOM akan mengeluarkan emergency use authorization (EUA) atau izin edar dalam kondisi darurat. Setelah itu, persiapan vaksinasi bisa dilakukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.