Ini Alasan Vaksin Covid-19 dari Sinovac Belum Bisa Dipakai Awal Januari 2021

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan vaksin COVID-19 dari China Sinovac Biotech Ltd. ke ruangan khusus saat tiba di PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat, 7 Desember 2020. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden

    Petugas memindahkan vaksin COVID-19 dari China Sinovac Biotech Ltd. ke ruangan khusus saat tiba di PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat, 7 Desember 2020. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjajaran (Unpad), Sunaryati Sudigdoadi, menyebut vaksinasi belum bisa dilaksanakan pada Januari 2021. Sebab, hasil evaluasi terkait efikasi, keamanan dan imunogenitas vaksin buatan Sinovac baru bisa diketahui paling cepat pada akhir Januari 2021.

    "Jadi memang sih kalau saya mendengar kabar orang-orang bilang Januari awal maunya sudah divaksin, tapi itu belum bisa laksanakan kalau melihat jadwalnya," ujar Sunaryati dalam diskusi daring, Sabtu, 12 Desember 2020.

    Uji klinis fase III vaksin Covid-19 buatan Sinovac dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad sejak Agustus 2020. Uji klinis ini melibatkan 1.620 relawan. Sunaryati menyebut evaluasi baru bisa dilakukan pada bulan keenam setelah vaksin disuntikkan sebanyak dua kali kepada relawan.

    "Berdasarkan jadwal kami, evaluasi total untuk melihat efikasi vaksin itu baru final pada akhir Mei 2021, namun evaluasi terhadap 540 relawan pertama sudah bisa dilihat pada akhir Januari 2021," ujar Sunaryati.

    Sementara tahapan uji klinis fase III belum selesai pemerintah sudah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin buatan Sinovac dari Cina pada Ahad, 6 Desember 2020.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, vaksin tersebut akan melalui tahapan uji mutu, efektivitas, dan keamanan di BPOM.

    "Perlu saya tegaskan, pertama seluruh prosedur harus dilalui dengan baik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin. Pertimbangan ilmiah hasil uji klinis ini akan menentukan kapan vaksinasi bisa dimulai," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Ahad malam, 6 Desember 2020. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.