Barang Milik 6 Anggota Laskar FPI Tidak Dikembalikan ke Keluarga

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga 6 anggota Laskar FPI yang tewas dalam kasus penembakan oleh polisi berbincang saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Dalam kasus tersebut 6 anggota Laskar meninggal dengan sejumlah luka tembak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Keluarga 6 anggota Laskar FPI yang tewas dalam kasus penembakan oleh polisi berbincang saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Dalam kasus tersebut 6 anggota Laskar meninggal dengan sejumlah luka tembak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian mengatakan barang-barang milik 6 laskar FPI yang tewas dalam insiden penembakan tidak dikembalikan kepada keluarga.

    "Barang bukti itu," kata Andi dalam keterangannya, Jumat, 11 Desember 2020.

    Andi mengatakan, selain ponsel, polisi juga mengamankan senjata api, senjata tajam serta pakaian dan kartu identitas korban. Apakah barang-barang milik 6 anggota Laskar FPI itu dikembalikan atau tidak, Andi menjawab, "Tergantung putusan hakim."

    Peristiwa penembakan terhadap 6 anggota FPI terjadi pada Senin dini hari lalu, sekitar pukul 00.30 di Tol Jakarta - Cikampek KM 50.

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran menjelaskan alasan anak buahnya mengambil tindakan itu karena mobil penyidik dipepet dan diserang menggunakan senjata api dan senjata tajam oleh 10 orang anggota FPI. Sekretaris Umum FPI Munarman membantah pihaknya memiliki senjata api maupun senjata tajam. Keterangan polisi dianggap fitnah. 

    Enam anggota Laskar FPI yang mengawal Rizieq Shihab dan tewas dalam insiden tersebut ialah Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21) dan Lutfi Hakim (25) dan Muhammad Reza (20).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.