Puan Maharani Minta Sosialisasi Protokol Kesehatan Diperkuat Jelang Natal

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato dalam rapat paripurna ke-8 pembukaan Masa Sidang II Tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 9 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato dalam rapat paripurna ke-8 pembukaan Masa Sidang II Tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 9 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menguatkan sosialisasi disiplin protokol kesehatan untuk mengantisipasi keramaian masyarakat menjelang Hari Raya Natal dan tahun baru 2021.

    “Memasuki akhir Desember, terdapat perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Pemerintah agar memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, khususnya di bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun,” kata Puan, dalam pidato di Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2020-2021, Jumat, 11 Desember 2020.

    Puan meminta pemerintah melakukan upaya lebih kuat untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, angka kasus positif Covid-19 terus bertambah hingga sempat mencatatkan rekor tertinggi beberapa waktu lalu.

    Meski demikian, Puan mengapresiasi kerja keras dan gotong royong yang telah dilakukan Pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19.

    Terkait vaksin Covid-19, kata Puan, tentu memberikan harapan yang besar untuk dapat segera mengakhiri pandemi. Namun, politikus PDIP itu mengimbau pemerintah melakukan edukasi dan sosialisasi yang luas mengenai vaksin agar dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

    “Pemerintah agar memastikan bahwa vaksin tersebut aman dan layak untuk digunakan,” ujar Puan Maharani.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.