Hasto Sebut Kemenangan Pilkada Bukan Segala-segalanya Bagi PDIP

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan kemenangan Pilkada 2020 bukan hal utama bagi partai.

    Ia mengatakan partai akan selalu berdiri tegak mengawal kepentingan rakyat, terlepas dari menang atau kalah di pilkada kali ini.

    "Pilkada menjadi tolok ukur bagaimana kaderisasi kepemimpinan partai mampu menghasilkan kader-kader partai sebagai kepala dan wakil kepala daerah," kata Hasto, Kamis, 10 Desember 2020. "Pilkada bukan urusan hidup dan mati."

    Hasto mengatakan PDIP mengapresiasi kerja keras pemerintah dan masyarakat melaksanakan Pilkada 2020. Momentum pilkada di tengah pandemi, kata dia, diharapkan melahirkan pemimpin-pemimpin yang kuat dan mampu memberi solusi atas berbagai permasalahan di daerah.

    Penyelenggaraan Pilkada 2020, kata Hasto, sejauh ini berjalan aman dan tertib. Menurut dia, semua itu terwujud atas kerja sama antara penyelenggara pemilu, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia.

    Ia mengatakan sejarah akan mencatat Indonesia pernah menggelar pilkada di masa pandemi. Maka dari itu, Hasto pun mendorong Komisi Pemilihan Umum mendata dengan seksama angka partisipasi rakyat di Pilkada Serentak 2020, termasuk berbagai kendala yang dihadapi.

    "Apakah partisipasi rakyat rendah atau meningkat di tengah pandemi ini. PDI Perjuangan berharap agar dari setiap penyelenggaraan pilkada selalu ada peningkatan partisipasi pemilu dan peningkatan kualitas demokrasi," ujar dia.

    Dia meminta semua pihak tetap fokus pada penanganan pandemi Covid-19 dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, demi pulihnya sektor kesehatan dan ekonomi. Apalagi, kata Hasto, sebentar lagi akan ada libur panjang Natal dan Tahun Baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.