Mendagri Tito Sebut Adopsi Pemilu Korea Selatan untuk Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan pelaksanaan tahapan pemungutan suara Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 banyak mengadopsi dari pemilu Korea Selatan. "Mengadopsi bagaimana Korea Selatan melakukan tanpa ada klaster baru," kata Tito dalam konferensi pers, Selasa, 8 Desember 2020.

    Tito menjelaskan, pada pemungutan suara, pemilih harus cuci tangan terlebih dulu sebelum memasuki area TPS. Kemudian, penyelenggara akan menyiapkan sarung tangan sekali pakai yang transparan, juga menyediakan masker.

    Setelah memberikan hak pilihnya, pemilih tidak lagi harus menyelupkan jarinya ke dalam tinta. Tetapi, petugas akan meneteskan tinta tersebut untuk menghindari penularan dan kontak. "Setelah itu sarung tangannya dibuang di basket tempat sampah. Setelah itu mereka cuci tangan lagi, baru pergi dan enggak boleh ngumpul. Langsung pulang," katanya.

    Jika sistem tersebut diikuti, Mendagri Tito yakin tidak akan ada pengumpulan massa. Apalagi, waktu kedatangan pemilih ke TPS juga diatur. "Berarti ini kalau sudah semua TPS mengundang pemilih dengan jamnya, itu tidak terjadi penumpukan. Setelah itu harus tegas aparat keamanan, selesai nyoblos pulang," ujarnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.