Pilkada 2020, Seribu Petugas KPPS di NTB Reaktif Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melipat surat suara pilkada Kota Magelang di gedung Panti Mandala Kota Magelang, Jateng, Senin, 23 November 2020. Pelipatan dan penyortiran suarat suara Pilkada Kota Magelang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    Pekerja melipat surat suara pilkada Kota Magelang di gedung Panti Mandala Kota Magelang, Jateng, Senin, 23 November 2020. Pelipatan dan penyortiran suarat suara Pilkada Kota Magelang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, JakartaKomisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak seribu orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani rapid tes.

    "Di Kabupaten Bima itu ada 600 orang, kemudian di Kabupaten Sumbawa itu ada 400 orang hasil rapid tesnya reaktif, sementara untuk daerah lain yang juga melaksanakan Pilkada kita belum terima hasilnya, karena masih di rekap dan tesnya juga masih sampai besok sebelum pemilihan," kata Ketua KPUD NTB, Suhardi Soud di Mataram, Senin, 7 Desember 2020.

    Suhardi mengatakan, petugas KPPS yang dinyatakan reaktif pada rapid tes akan menjalani tes usap atau swab yang dilaksanakan oleh tim gugus tugas Covid-19 di masing-masing daerah.

    "Kalau ada petugas reaktif itu lebih dari dua maka kita ganti, penggantinya kita rapid tes lagi. Tetapi kalau maksimal dua ya tidak diganti. Namun kita istirahatkan kerjanya. Tapi kalau hasil tes usapnya negatif ya kita kerjakan lagi," ujarnya.

    Menurutnya, apa yang terjadi saat ini menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu di masa pandemi Covid-19. Meski demikian, pihaknya berharap Pilkada di tujuh kabupaten dan kota di NTB tersebut tidak semakin memperbanyak penderita Covid-19.

    Kendati demikian, Suhardi Soud memastikan pelaksanaan Pilkada 2020 di tujuh kabupaten dan kota di NTB pada 9 Desember 2020 sudah siap sesuai protokol kesehatan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.