Bentrok FPI-Polisi: Pengacara Upayakan 6 Jenazah Diserahkan ke Keluarga

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. Tempo/Adam Prireza

    Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Front Pembela Islam Munarman mengatakan sedang berupaya mengurus enam jenazah yang terlibat dalam kasus penembakan anggota FPI supaya bisa diserahkan ke keluarga. Dia mengatakan hal itu merupakan permintaan keluarga jenazah.

    "Ada keluarga yang minta dimakamkan di pemakaman sendiri. Yang lainnya belum tahu kita," kata Munarman saat dihubungi, Senin malam, 7 Desember 2020. Dia menuturkan jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Adapun Kepolisian RI mengklaim tidak akan menghalangi keluarga untuk mengurus jenazah enam anggota Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI) yang disebut tewas dalam bentrokan di ruas tol. "Polri tak pernah menghalangi atau mempersulit pihak keluarga untuk mengurus jenazah dari enam orang yang mencoba melawan petugas itu," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis, Senin, 7 Desember 2020.

    Selain itu, Argo memastikan, kepolisian tidak akan menyembunyikan atau menutup keberadaan dan kondisi dari para jenazah tersebut. Saat ini, keenam jasad anggota FPI itu berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    "Jenazah ada di RS Polri. Polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah tersebut untuk mengidentifikasi identitas jasad tersebut," ucap Argo.

    Lebih lanjut, personel gabungan TNI-Polri tengah melakukan penjagaan. Argo menuturkan penjagaan dilakukan guna menghindari adanya oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan kondisi saat ini.

    HENDARTYO HANGGI | ZULNIS FIRMANSYAH | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.