Kemenhan AS Temui Prabowo Subianto Bahas Program Alutsista

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kementerian Pertahanan/TNI TA 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kementerian Pertahanan/TNI TA 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berkeinginan mengadakan beberapa alat utama sistem pertahanan atau alutsista buatan Amerika Serikat melalui program Foreign Military Sales (FMS).

    Ia mengatakan hal itu saat menerima kunjungan kehormatan Pejabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Christopher C. Miller, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 7 Desember 2020. Namun, dia tidak merinci apa saja sistem persenjataan yang akan dibeli dari Amerika Serikat itu.

    FMS merupakan program dari pemerintah Amerika Serikat tentang bantuan keamanan bagi negara-negara yang diizinkan untuk membeli sistem kesenjataan. Tak hanya itu, FMS meliputi kerja sama militer, pendidikan dan pelatihan dengan Amerika Serikat di bawah Akta Kendali Ekspor Persenjataan (AECA). 

    Melalui FMS, Amerika Serikat dan negara mitra akan melaksanakan kesepakatan melalui mekanisme Surat Penawaran dan Persetujuan (Letter of Offer and Acceptance/LOA). Adalah menteri luar negeri Amerika Serikat yang menentukan negara yang bisa menerima FMS, sementara menteri pertahanan yang melaksanakan programnya.

    ADVERTISEMENT

    FMS bisa dibiayai oleh dana negara penerima ataupun dana dari pemerintah Amerika Serikat. Pertemuan tersebut diawali kunjungan kehormatan yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara delegasi Amerika Serikat dan Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo.

    Prabowo Subianto menyebutkan Amerika Serikat adalah negara yang dekat dengan Indonesia, bahkan hubungan strategis kedua negara telah berjalan sangat baik. Ketua Umum Partai Gerindra ini berharap dapat menjaga dan mengembangkan hubungan pertahanan yang erat dan senantiasa saling menghargai dan menjaga kepentingan negara masing-masing seperti saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.