Biaya Kampanye Gibran Habis Rp 3,2 Miliar, Rivalnya Bagyo Cuma Rp 110 Juta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti saat mengeceka logistik surat suara untuk persiapan Pilkada 2020, di Kantor KPU Surakarta, Sabtu 21 November 2020. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

    Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti saat mengeceka logistik surat suara untuk persiapan Pilkada 2020, di Kantor KPU Surakarta, Sabtu 21 November 2020. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

    TEMPO.CO, Surakarta - Pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa telah menghabiskan Rp 3.215.119.818 selama masa kampanye dalam Pilkada Solo. Sedangkan rivalnya, Bagyo Wahyono - FX Suparjo hanya membelanjakan Rp110.217.386 untuk kampanyenya.

    Dana kampanye tersebut tercatat dalam Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) yang diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo. “Rekening khusus dana kampanye telah ditutup saat hari terakhir masa kampanye Sabtu kemarin,” kata Ketua KPU Kota Solo Nurul Sutarti, Senin 7 Desember 2020.

    Dalam laporan tersebut, pasangan Gibran - Teguh memiliki dana kampanye sebesar Rp3.215.436.500. Sementara itu total dana kampanye yang dibelanjakan saat masa kampanye selama 71 hari sebesar Rp3.215.119.818.

    Sedangkan rivalnya, Bagyo-Suparjo memiliki dana kampanye yang jauh di bawahnya. Mereka hanya memiliki dana senilai Rp 153.475.000 di rekeningnya. Sedangkan pengeluaran dana kampanyenya adalah Rp110.217.386. “Setelah ini kami akan menunjuk akuntan publik untuk melakukan audit,” kata Nurul.

    ADVERTISEMENT

    Dia menyebut kedua pasang calon telah menyerahkan laporan tersebut tepat waktu. “Batas terakhirnya Ahad kemarin pukul 18.00 WIB,” katanya. Pasangan Gibran-Teguh menyerahkan laporan itu pada tengah hari. Sedangkan Bagyo-Suparjo menyerahkannya beberapa menit sebelum batas akhir ditutup.

    Ketua Tim Pemenangan Gibran - Teguh, Putut Gunawan menyebut bahwa terbatasnya kegiatan kampanye selama pandemi tidak membuat beaya kampanye menjadi lebih murah. “Model kampanye daring juga memakan beaya yang cukup besar,” katanya.

    Mereka membutuhkan perangkat yang memadai agar kegiatan kampanye daring bisa berjalan lancar. “Tarif sewa server untuk pertemuan daring yang bisa digunakan untuk ribuan pengguna juga tidak murah,” katanya. Menurutnya, kegiatannya dalam kampanye di masa pandemi merupakan salah satu pengalaman yang cukup berat.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.