Jumat, 23 Februari 2018

Warga Indonesia di Pakistan Siap Mengungsi

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 28 Agustus 2003 14:36 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 200 warga Indonesia di Islamabad, Pakistan, siap diungsikan. Demikian keputusan rapat khusus yang digelar Duta Besar Indonesia Jack Said Gaffar dengan melibatkan para atase dan staf penting di Kedubes RI, Senin (8/10). Rapat diadakan tak lama setelah Jack Said dipanggil Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharaf.

    Sementara itu, ratusan aparat keamanan Pakistan melakukan penjagaan ketat di kawasan Diplomatic Enclave, di dalamnya termasuk kedutaan besar Indonesia. Ratusan aparat keamanan melakukan penjagaan ketat. Tak sembarang orang dan kendaraan diperbolehkan masuk. Tempo News Room yang berusaha menuju Kedubes Indonesia, sontak dihardik agar pergi. Pokoknya kamu tidak boleh lewat sini.Ayo jalan! tegas seorang polisi yang didadanya bernama Zaid. Untuk memasuki Kedubes Indonesia, terpaksa harus mutar lebih jauh.

    Rapat di Kedutaan Indonesia berakhir pukul 12.00 waktu setempat. Kepala urusan informasi, sosial dan kebudayaan, Darmansyah Ayin, menjelaskan rapat itu berakhir dengan keputusan mengumpulkan warga Indonesia di Islamabad. Ada dua ratus orang warga negara Indonesia mulai dari staf kedutaan, pelaku bisnis sampai mahasiswa yang harus diselamatkan, kata Darmansyah.

    Beberapa jam kemudian, orang-orang Indonesia itu diberi pengarahan oleh Dubes Jack Said. Menurut Jack, kedutaan siap menampung orang-orang Indonesia kalau situasi tak memungkinkan. Anda bisa tinggal disini untuk sementara waktu dan jangan khawatir soal makan, kata Jack.

    Kedutaan besar Indonesia juga membuka posko dan hotline service untuk menampung secara cepat semua warga Indonesia. Koordinasi dilakukan Jack dengan Duta Besar Indonesia untuk India, Zakaria Soemintaatmadja, di New Delhi. Diperoleh kesepakatan, Kedubes Indonesia di India siap mengerahkan tenaga untuk menjemput warga negara Indonesia di perbatasan India-Pakistan di Wagah. Skenario yang disusun, kalau situasi mengkhawatirkan, para warga negara Indonesia akan dinaikkan mobil lewat darat selama empat jam lebih menuju ke arah Lahore, kemudian berlanjut ke perbatasan India.

    Yang dimaksud situasi mengkhawatirkan, menurut Darmansyah, bila kelompok fundamentalis sudah mengamuk, demonstrasi disertai bom meledak dimana-mana disertai aksi sweeping terhadap warga asing dan penjarahan. Kami lihat dulu hari ini. Kalau belum terjadi apa-apa di Islamabad, ya kami hanya siap sedia, kata Darmansyah.

    Kedutaan besar Indonesia tidak membantah perihal keterlibatan belasan orang mahasiswa Indonesia yang ikut dalam demonstrasi menentang Amerika Serikat di Pakistan. Mereka hanya sekelompok kecil dari 40 mahasiswa, katanya. (Ahmad Taufik Tempo News Room)


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.