Remaja Masjid Dukung Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla atau JK, bertemu dengan Paus Fransiskus dalam rangka membahas Zayed Award for Human Fraternity di Vatikan, 23 Oktober 2020. Tim Media JK

    Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla atau JK, bertemu dengan Paus Fransiskus dalam rangka membahas Zayed Award for Human Fraternity di Vatikan, 23 Oktober 2020. Tim Media JK

    Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mendukung langkah putri kedua mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Muswira Kalla, melaporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri ke Bareskrim Polri.

    "Ini menjadi sebuah pembelajaran berharga bagi semua orang jika ingin cari tenar jangan buat sensasi dengan memfitnah," kata Ketua Umum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 Desember 2020.

    Said berharap polisi segera menindaklanjuti laporan pencemaran nama baik tersebut, agar tidak menjadi  hoaks berkelanjutan yang akan merugikan keluarga Jusuf Kalla dan umat Islam. "Mengingat Pak JK sekarang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia," katanya.

    Ferdinand dan Rudi sebelumnya dilaporkan dengan Pasal 45 Ayat 3 Juncto Pasal 27 ayat 3 UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

    Muswira melaporkan keduanya karena tulisan mereka di media sosial dinilai menyinggung Jusuf Kalla atau JK. Meskipun tak terang-terangan menyebut nama JK, mereka menggunakan kata ganti Chaplin dalam tulisannya. Namun, kata Said, publik menafsirkan Chaplin merujuk kepada JK karena memiliki kemiripan kumis serta asosiasi organisasinya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.