Catat Rekor Tembus 8 Ribu Kasus Covid-19, Ini 3 Daerah Penyumbang Terbanyak

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengolahan darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Selasa, 17 November 2020. PMI Kota Bandung menyatakan, saat ini stok darah di tempat tersebut menipis dengan total tujuh kantong darah jenis packed red cell (PRC) dan empat kantong darah jenis thrombocytes (TC) akibat meningkatnya permintaan dan menurunnya pendonor darah saat pandemi COVID-19. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Petugas melakukan pengolahan darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Selasa, 17 November 2020. PMI Kota Bandung menyatakan, saat ini stok darah di tempat tersebut menipis dengan total tujuh kantong darah jenis packed red cell (PRC) dan empat kantong darah jenis thrombocytes (TC) akibat meningkatnya permintaan dan menurunnya pendonor darah saat pandemi COVID-19. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus harian Covid-19 kembali memecahkan rekor. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan sebanyak 8.369 kasus, pada Kamis, 3 Desember 2020.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga pukul 12.00 WIB, ada 3 daerah yang menyumbang kasus positif di atas 1.000 orang. Ketiga daerah itu adalah Papua, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

    Papua terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.755 orang. Sedangkan sebanyak 102 orang sembuh, dan 1 meninggal.

    Di urutan kedua, Jawa Barat dilaporkan memiliki penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 1.648 orang. Kasus sembuh bertambah 253 orang, dan 21 orang meninggal.

    Selanjutnya kasus positif di DKI Jakarta bertambah 1.153 orang. Kasus sembuh bertambah 973 orang, dan 26 orang meninggal.

    Kasus harian nasional didapat dari hasil pemeriksaan 62.397 spesimen. Sehingga, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini mencapai 557.877 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Merah Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat di Bareskrim

    Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.