KPK Sita 8 Sepeda dan Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Dinas Edhy Prabowo

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (kanan) didampingi Deputi Penindakan Karyoto (Kedua kiri) menunjukkan barang bukti berupa sepeda balap road bike merek Specialized S-Works pada konpers OTT Edhy Prabowo di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari, 26 November 2020. Dari website resmi Specialized, harga sepeda balap keluaran terbaru dibanderol 12,500 dolar AS (Rp 176.8 juta). ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (kanan) didampingi Deputi Penindakan Karyoto (Kedua kiri) menunjukkan barang bukti berupa sepeda balap road bike merek Specialized S-Works pada konpers OTT Edhy Prabowo di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari, 26 November 2020. Dari website resmi Specialized, harga sepeda balap keluaran terbaru dibanderol 12,500 dolar AS (Rp 176.8 juta). ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menyita 8 unit sepeda dalam penggeledahan di rumah dinas eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Sepeda itu diduga dibeli dengan duit suap ekspor benih lobster.

    "Diamankan 8 unit sepeda yang pembeliannya diduga berasal dari penerimaan uang suap," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis, 3 Desember 2020.

    KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Edhy Prabowo di Jalan Widya Chandra V, Jakarta pada Rabu, 2 Desember 2020. Selain sepeda, KPK juga menyita uang senilai Rp 4 miliar. Uang tersebut dalam pecahan Rupiah dan mata uang asing.

    Sejumlah barang bukti lainnya turut disita yakni dokumen dan barang bukti elektronik. Ali mengatakan tim penyidik akan menganalisa seluruh barang dan dokumen itu. Selanjutnya, KPK akan secara resmi melakukan penyitaan untuk menjadi barang bukti dalam perkara ini.

    Dalam perkara ini, Edhy diduga menerima duit Rp 3,4 miliar terkait ekspor benih lobster. Edhy diduga menjadi pemilik sebenarnya PT Aero Citra Kargo, satu-satunya perusahaan yang mendapatkan izin untuk mengangkut benur dari Indonesia ke luar negeri. KPK menduga perusahaan itu telah menerima duit pengangkutan sebanyak Rp 9,8 miliar. Sebagian duit itu disalurkan kepada Edhy, dan 5 tersangka lainnya untuk keperluan pribadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pam Swakarsa, dari Reformasi hingga Wacana Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, Listyo menyampaikan berbagai gagasan akan menghidupkan kembali pam swakarsa.